alexametrics

Belajar PAI Asik dengan Scramble

Oleh : Nailul Minah S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASA anak-anak merupakan masa keemasan yang akan dapat mempengaruhi perkembangan ke depannya. Pengaruh dan pembiasaan pembelajaran di kelas oleh guru menjadi bagian yang sangat penting dalam pembentukan pola pikir anak sebagai seorang siswa. Peranan guru menjadi tolak ukur dari hasil perkembangan siswa terutama pada jenjang sekolah dasar. Oleh karena itu, guru diharapkan menyajikan pembelajaran yang dapat menstimulan siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, kreativitas dan keaktifannya.

Pada beberapa guru seringkali masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan kesulitan memberikan model pembelajaran yang menarik dan menggembirakan. Monoton dan teacher center masih menjadi model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran di kelas. Seorang guru yang profesional dituntut mampu mengikuti dan menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan menarik sesuai dengan langkah-langkah yang telah dirancang oleh guru, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan menarik motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca juga:  Dengan Kartu Soal Belajar Matematika Menjadi Lebih Menarik

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam prosesnya. Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif sudah seharusnya diimplementasikan sebagai sebuah solusi dalam model pembelajaran. Model Scramble merupakan model pembelajaran kooperatif yang mengajak siswa menemukan jawaban dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan menyenangkan.

Robert B Taylor dalam Miftahul Huda (2013:303) menyatakan bahwa Scramble merupakan satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa. Metode ini mengharuskan siswa untuk menggabungkan otak kanan dan otak kiri. Pendapat lain yang disampaikan oleh Sohimin (2016: 166-167) menjelaskan bahwa model pembelajaran scramble merupakan model pembelajaran yang berbentuk permainan acak kata, kalimat, atau paragraph. Scramble dipakai untuk jenis permainan anak-anak yang merupakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran kosakata sesuai dengan sifatnya. Penulis sekaligus guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) di SDN 02 Pekiringanalit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, turut memanfaatkan model ini pada materi salat fardlu kelas tiga semester dua. Langkah-langkah pembelajaran model Scramble yaitu pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, indikator pembelajaran dan materi awal kepada siswa. Kedua, guru menyajikan informasi tentang model pembelajaran yang akan digunakan dan teknisnya.

Baca juga:  Belajar Pelestarian Lingkungan Jadi Seru dengan Outdoor Study

Ketiga, guru mengorganisasi siswa ke dalam kelompok-kelompok kooperatif atau diskusi. Keempat, guru membagikan lembar kerja yang berisi kartu soal dan kartu jawaban yang telah dipersiapkan dan diacak. Guru memberikan durasi tertentu kepada siswa untuk mengerjakan soal yang telah diberikan. Setelah selesai mengerjakan soal dan durasi waktu yang diberikan telah habis, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan dan guru mengoreksi serta memberikan nilai sesuai dengan hasil yang dikerjakan oleh kelompok dengan ketentuan jawaban tepat dan cepat dan paling banyak benar. Kemudian langkah terakhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang terbaik dan me-review materi yang didapatkan. Penggunaan model scramble sangat dirasakan manfaatnya oleh penulis sebagai guru PAI dan BP di sekolah dasar. Hal itu dengan meningkatnya motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada evaluasi selanjutnya. (ti2/ida)

Baca juga:  Tebarkan Dampak Positif, Memotivasi Siswa dan Orang Tua Belajar Daring

Guru SDN 02 Pekiringanalit, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya