alexametrics

Asyiknya Menulis Puisi dengan Model Pembelajaran STAD

Oleh : Sri Murni

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menulis merupakan kegiatan yang aktif dan produktif yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat mengungkapkan pikiran, perasaan, dan gagasannya secara tertulis untuk mencapai maksud dan tujuan. Pembelajaran menulis puisi merupakan satu kompetensi dasar yang harus diajarkan kepada peserta didik. Kompetensi dasar ini mengamanatkan bahwa peserta didik mampu menulis puisi secara sederhana.

Namun kenyataannya lain, seperti yang terjadi di kelas VIII SMP Negeri 2 Subah Kabupaten. Batang sering menemui kesulitan bagaimana membelajarkan kompetensi dasar tersebut dengan baik tanpa peserta didik merasa terbebani. Dalam kompetensi dasar ini banyak peserta didik yang mengalami hambatan dan kesulitan dalam menulis puisi.

Melihat fenomena yang ada, perlu dicari solusi agar peserta didik mau belajar menulis dengan baik. Salah satu alternatif pembelajaran menulis puisi yang bisa dilaksanakan adalah menggunakan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division). Menurut Trianto (2010:68) mengemukakan pembelajaran kooperatif STAD merupakan salah satu jenis dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelomlok 4-5 peserta didik secara heterogen. Diawali dengan menyampaikan tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan.

Baca juga:  Modelling Writing Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount

Langkah-langkah model pembelajaran STAD ini adalah pertama, guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. Kedua, peserta didik dibentuk menjadi beberapa kelompok, di mana setiap kelompoknya terdiri atas 4-5 peserta didik. Ketiga , guru menyampaikan materi secara umum dan alur kegiatan pembelajaran. Keempat, peserta didik mengambil undian dengan cara pencabutan kertas berisi objek pengamatan oleh ketua kelompok. Kelima, secara kelompok peserta didik langsung bergegas ke luar kelas menuju lokasi untuk mengamati objek sesuai undian. Keenam, peserta didik bekerja dalam kelompok menulis larik-larik puisi sesuai dengan objek yang mereka amati. Ketujuh, peserta didik kembali ke kelas dan duduk sesuai dengan kelompok. Kedelapan, peserta didik saling menukar hasil karyanya untuk kemudian dinilai (penilaian antar teman). Kesembilan, peserta didik secara kelompok menempel puisinya pada kertas asturo yang telah disediakan oleh guru dan menentukan satu karya puisi yang terbaik. Kesepuluh, guru mengevaluasi hasil belajar melalui pemberian kuis pertanyaan tentang hasil menulis puisi. Kesebelas, tiap-tiap kelompok mengirimkan perwakilan untuk membacakan puisi terbaik dalam kelompoknya. Keduabelas, kelompok yang nilainya terbaik dalam menulis puisi diberi penghargaan oleh guru.

Baca juga:  Menarik Minat Peserta Didik Mengikuti PJJ Matematika Menggunakan Quizizz

Penggunaan model pembelajaran STAD akan membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama. Peserta didik mampu bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok. Kuis yang terdapat pada langkah pembelajaran membuat peserta didik lebih termotivasi juga meningkatkan tanggung jawab individu karena nilai akhir kelompok dipengaruhi nilai kuis yang dikerjakan secara individu. Adanya penghargaan dari guru, membuat peserta didik lebih termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran.

Melalui model pembelajaran STAD ini, peserta didik merasa lebih terpacu meningkatkan kemampuan menulis puisi melalui cara yang menyenangkan karena bekerja sama dengan tim dalam kelompok. Hasil belajar peserta didik pada kompetensi dasar menulis puisi lebih meningkat walaupun pencapaiannya belum 100 persen. (btj2.1/ton)

Baca juga:  Google Jamboard Alternatif Media Pembelajaran Interaktif

Guru SMP Negeri 2 Subah Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya