alexametrics

Tingkatkan Keterampilan Intelektual Matematika dengan Pendekatan Saintifik

Oleh : Sunarti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran pada Kurikulum 2013 dilaksanakan mengacu pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik (scientific approach) sebagaimana disebutkan pada Permendikbud No. 103 Tahun 2014. Pendekatan ini merupakan bagian dari pendekatan pedagogis dalam kegiatan pembelajaran yang diarahkan pada penerapan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau eksperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis.

Masalah pendidikan merupakan persoalan yang kompleks, sebab banyak komponen yang mempengaruhinya. Salah satu faktornya adalah guru. Guru merupakan komponen pembelajaran yang memegang peran yang utama, karena keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh faktor guru. Permasalahannya siswa kelas IV SDN Bulaksari masih belum memahami matematika dalam bentuk soal cerita, akibatnya berdampak pada nilai ulangan semesteran.

Maka penulis berinisiatif mencoba mengubah pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik sering diartikan sebagai kerangka ilmiah yang dilaksanakan pada Kurikulum 2013. Proses pembelajaran ini sering disamakan dengan proses ilmiah, karena terdapat beberapa tahapan yang di lalui di dalamnya, terutama dalam kegiatan inti.

Baca juga:  Tumbuhkan Semangat Belajar IPS dengan TGT

Pada pendekatan ini biasanya kegiatan pendahuluan dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang pengetahuan awal yang telah dikuasai dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi.

Rasa ingin tahu tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk belajar pada kegiatan inti. Pada kegiatan inti peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode ilmiah. Agar kegiatan pembelajaran inti dapat menjadi terarah dan bermakna, maka pendidik harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis sesuai langkah metode ilmiah.

Berikut ini terdapat beberapa tahapan yang dilalui dalam menerapkan scientific approach, di antaranya adalah pertama, fase pengamatan. Selama proses observasi, maka para siswa sangat diharapkan memahami apa yang diberikan oleh guru, misalnya seperti video atau film yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Kedua, bertanya. Dalam Kurikulum 2013, siswa dituntut untuk dapat memberikan pertanyaan kepada guru yang mengajar tentang materi pembelajaran. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan jawaban tentang informasi yang belum dipahami Ketiga, mengumpulkan informasi yang didapat. Setelah siswa memiliki pertanyaan dengan melihat media yang ditampilkan oleh guru, tugas selanjutnya bagi siswa adalah mengumpulkan informasi. Informasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Informasi ini dapat diakses melalui berbagai sumber belajar seperti buku, studi perpustakaan dan bahkan internet. Keempat, mengolah informasi. Setelah menerima informasi dan data yang dianggap memadai, kemudian para siswa membagi tugas untuk menghubungkan atau memproses informasi yang diterima guna menjawab pertanyaan yang sudah dirumuskan dan menyajikannya dalam bentuk laporan kelompok. Kelima, mengomunikasikannya. Dalam menerapkan pendekatan ilmiah, guru harus memberikan setiap siswanya kesempatan untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari.

Baca juga:  Pemanfaatan Google Formulir dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Pendekatan saintifik sangat membantu peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Karena kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir para siswa/siswinya. Sehingga dengan pendekatan ini rata-rata hasil belajar siswa kelas IV 70 persen meningkat, khususnya materi FPB dan KPK. (ce2.2/lis)

Guru Kelas IV SDN 01 Bulaksari Sragi, Kec. Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya