alexametrics

Metode Pembelajaran Home Visit pada Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Kasturah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Adanya virus Covid-19 pada 2020 memberikan dampak yang luar biasa hampir pada semua bidang, salah satunya pada bidang pendidikan. Dengan adanya virus Covid-19 ini membuat proses pembelajaran menjadi berubah dari yang tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, tetapi dalam keadaan seperti ini pun guru masih tetap harus melaksanakan kewajibannya sebagai pengajar, dimana guru harus memastikan peserta didik dapat memperoleh informasi/ilmu pengetahuan untuk diberikan kepada peserta didik.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pembelajaran secara normal (tatap muka) sehingga pembelajaran harus dilaksanakan secara daring. Pembelajaran daring sudah dilakukan sejak April 2020, namun pada praktiknya terdapat banyak kendala yang muncul selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Baca juga:  KKG MI Menuju Guru yang Berkualitas Tinggi

Ada beberapa kendala yang dialami peserta didik MI Walisongo Tangkil Tengah Kedungwuni adanya pembelajaran tersebut diantaranya banyak peserta didik yang tidak mempunyai HP android, siswa mudah bosan berdasarkan survey yang telah saya lakukan melalui google form saat pembelajaran dimulai tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, mereka justru melakukan kegiatan yang mereka inginkan seperti bermain game, mengirim materi kurang maksimal dan kurangnya perhatian dari orang tua.

Home visit merupakan salah satu metode pembelajaran yang kami lakukan di MI Walisongo Tangkil Tengah sebagai pengganti pembelajaran daring untuk memberikan pembelajaran secara optimal maupun untuk menangani peserta didik yang tidak bisa mendapatkan materi pembelajaran. Dalam penerapan metode Home visit yang dilakukan dengan kesepakatan Kepala dan segenap guru Madrasah Ibtidaiyah Walisongo Tangkil Tengah Kedungwuni dengan izin orang tua. Peserta didik dibagi dua kelompok, kelompok putra dan kelompok putri, juga diberikan jadwal pertemuan pembelajaran. Guru mendatangi rumah peserta didik enam kali dalam seminggu secara bergantian. Home visit dilakukan karena sebagian besar peserta didik dan wali murid MI Walisongo Tangkil Tengah Kedungwuni menginginkan agar terlaksana baik, pelaksanaan Home visit pada hari Sabtu sampai Kamis, antara pukul delapan sampai pukul sepuluh. Setiap hari hanya dilakukan untuk satu kelompok belajar.

Baca juga:  Demonstrasi dan Eksperimen Tingkatkan Pemahaman Rangkaian Listrik Sederhana

Dalam pembelajaran Home visit guru maupun peserta didik tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19 seperti memastikan kondisi kesehatan guru dan peserta didik dalam keadaan sehat, wajib memakai masker atau pelindung wajah (face Shield), mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer dan jadwal pembelajaran, guru juga mendapatkan surat tugas dari sekolah.

Home visit adalah salah satu tehnik pengumpul data dengan jalan mengunjungi rumah peserta didik untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi peserta didik dan untuk melengkapi data peserta didik yang sudah ada yang diperoleh dengan tehnik lain (WS.Winkel,1995).

Dengan adanya kegiatan Home visit ini guru dapat mengetahui tentang kondisi lingkungan belajar anak di rumah melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi sehingga antara guru dan orang tua dapat mencari solusi bersama terkait kendala-kendala dalam proses pembelajaran yang dihadapi oleh anak, peserta didik dapat menangkap secara visual dan audio, karena mereka tidak semuanya menguasai salah satu media pembelaran. (ce2/ton)

Baca juga:  Efektivitas Berbagi Video pada Microsoft Office Team 365 dalam Pembelajaran Kritik dan Esai

Guru MI Walisongo Tangkil Tengah Kedungwuni

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya