alexametrics

Snowball Throwing Meningkatkan Motivasi Pembelajaran IPA

Oleh : Septiana Dwi Endah Sulistyowati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan kata kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan ,Pembelajaran yang baik akan menghasilkan lulusan yang baik pula.Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat diukur berdasarkan ketercapaian kompetensi yang telah ditetapkan sejak awal pembelajaran.Dalam pembelajaran perlu adanya interaksi antara dua belah pihak yaitu guru dengan siswa.Tugas guru tidak hanya memberikan informasi kepada siswa,tetapi mengusahakan agar konsep – konsep yang diajarkan dapat tertanam dalam ingatan siswa.

Kenyataan yang terjadi di Kelas 8 SMPN 1 Bojong bahwa pada saat pembelajaran berlangsung masih ada beberapa siswa yang menganggap materi sistem Pernafasan pada manusia sulit,cakupan materinya banyak.Guru sudah berusaha dengan metode diskusi,menggunakan alat peraga yang berkaitan dengan sistem pencernaan pada manusia tetapi masih ada beberapa siswa yang belum paham ketika ditanya oleh guru,mereka merasa bosan,dan kurang termotivasi dalam mengikuti pelajaran.Sehingga berdampak pada hasil belajar yang kurang maksimal karena siswa kurang memahami konsep dan materi yang diajarkan oleh guru.

Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa,guru harus kreatif untuk melibatkan siswa supaya belajar secara aktif melalui Model Snowball Throwing pada materi sistem pernafasan pada manusia.
Menurut (Fatmawati, 2017) Model Snowball Throwing adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa dibentuk dalam beberapa kelompok dipilih ketua kelompoknya untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing–masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu di lempar ke siswa lain untuk menjawab pertanyaan.Pada pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing, siswa melakukan kompetisi antar kelompok. Dengan adanya kompetisi ini, dapat mendorong siswa untuk lebih semangat dalam belajar. Jadi persaingan dibutuhkan dalm pendidikan karena dapat menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif.

Baca juga:  Discovery Learning Tingkatkan Prestasi Pembelajaran IPS di Masa Pandemi

Model Snowball Throwing adalah salah satu metode pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa.Dimana metode ini melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajarandan akan memberikan suasana yang menggembirakan sehingga siswa lebih termotivasi, senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.Dengan demikian kesan yang didapat siswa dari kegiatan pembelajaran akan lebih kuat yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan serta berimbas pada peningkatan hasil belajar siswa.

Kelebihan dari Model Snowball Throwing adalah: menyenangkan sehingga memotivasi siswa untuk berpartisipasi,memupuk perkembengan intelektual,kreativitas dan keterampilan sosial,mendidik siswa mampu menjelaskan sendiri masalah yang dihadapi,memperkaya pengetahuan dan kemampuan siswa,dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajari,menumbuhkan sikap saling pengertian,tenggang rasa, toleransi dan cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup,menciptakan suasana diskusi yang hidup dan semangat,dan dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.

Baca juga:  Penguatan Karakter Siswa melalui Apel Pagi Bernuansa Religius

Tujuan yang ingin dicapai dengan pembelajaran Snowball Throwing ini antara lain :agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain (toleransi ),dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan,dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab,dan merangsang siswa untuk berpikir dan memecahkan masalah.

Langkah–langkah dalam pembelajaran Snowball Throwing sebagai berikut: Tahap guru menyampaikan materi yang akan disampaikan, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang, 1 orang dalam kelompok ditunjuk sebagai ketua. Guru memanggil masing–masing ketua kelompok untuk mendengarkan penjelasan materi, ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing–masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya,masing–masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok, kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebutdibuat seperti bola dan dilempar dari siswa ke siswa yang lain selama 15 menit, setelah siswa dapat satu bola /pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebur secara bergantian,tahap evaluasi. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan tahap Penutup untuk merumuskan kesimpulan.

Baca juga:  Memenfaatkan Retorika Iklan di Youtube sebagai Alternatif Pembelajaran Menulis Iklan

Dengan Snowball Throwing tersebut motivasi belajar siswa SMPN 1 Bojong menjadi meningkat,siswa menjadi lebih antusias,aktif dan merasa senang dalam proses pembelajaran IPA. Hal ini berimbas pada peningkatan hasil belajar siswa ditandai dengan meningkatnya nilai pada saat penilaian harian siswa khususnya materi sistem pernafasan pada manusia. (ti1/zal)

Guru SMPN 1 Bojong Kabupaten Pekalongan

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Metode Role playing Pada materi sistem pencernaan Manusia
Pembelajaran merupakan kata kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan ,pembelajaran yang baik akan mendapatkan hasil belajar yang baik pula.Keberhasilan suatu proses Pembelajaran dapat diukur berdasarkan ketercapaian kompetensi yang sudah ditetapkan sejak awal kegiatan pembelajaran.Dalam proses pembelajaran perlu adanya interaksi antara dua belah pihak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya