alexametrics

Menulis Teks Pidato melalui Model Pembelajaran Experiential

Oleh : Nasrudin Taufik, S. Pd

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia secara umum adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dengan berbagai konteksnya. Karakteristik siswa dan kemampuan menulis teks pidato juga memberikan makna lebih dengan menyajikan pengalaman langsung kepada siswa untuk terlibat dengan berbagai sumber. Memaparkan pengalaman belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan metode experiential learning sebagai suatu bentuk deskriptif-evaluatif pencatatan kemajuan siswa. Model pembelajaran experiental menunjukkan pengaruh positif dari penerapan pengalaman belajar langsung dalam mengembangkan kemampuan menulis teks pidato.

Teori pembelajaran experiential memberikan jalan dan alternatif di dalam pembelajaran, menyediakan sebuah pemahaman nyata tentang bagaimana sebuah kelas dapat belajar lebih baik. Pengalaman-pengalaman yang telah dialami siswa mempunyai peranan penting dalam pembentukan pengetahuan kognitif dalam pikiran siswa. Siswa merefleksikan pengalamannya pada sebuah pengetahuan baru. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan model belajar berbasis pengalaman (experiential learning) dengan menggunakan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran ketrampilan menulis, (2) hasil belajar penerapan model belajar berbasis pengalaman dengan menggunakan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran ketrampilan menulis, (3) kelebihan dan kekurangan penerapan model belajar berbasis pengalaman menggunakan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran ketrampilan menulis.

Baca juga:  Permainan Kasti Voli Tingkatkan Kemampuan Servis Bawah

Penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan menggunakan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran ketrampilan menulis pada siswa kelas IX berjalan sesuai yang direncanakan. Penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan menggunakan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran ketrampilan menulis terbukti berhasil meningkatkan kemampuan siswa kelas IX dalam pembelajaran menulis teks pidato. Kelebihan penerapan model belajar berbasis pengalaman dengan menggunakan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran keterampilan menulis yaitu mampu menciptakan situasi belajar yang kondusif, mampu menumbuhkan semangat siswa dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran, dan juga mampu merangsang siswa agar lebih berpikir kreatif. Sedangkan, kelemahannya adalah membutuhkan perencanaan waktu dan pelaksanaan yang lama.

Baca juga:  Kecakapan TIK dalam Pembelajaran Abad 21

Langkah-langkah model pembelajaran experiental learning (1) Guru merumuskan secara saksama suatu rencana pengalaman belajar yang bersifat terbuka (open minded) mengenai hasil yang potensial atau memiliki seperangkap hasil-hasil tertentu. (2) Guru harus bisa memberikan rangsangan dan motivasi pengenalan terhadap pengalaman. (3) Siswa dapat bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok- kelompok kecil atau keseluruhan kelompok di dalam belajar berdasarkan pengalaman. (4) Para siswa ditempatkan didalam situasi-situasi nyata pemecahan masalah. (5) Siswa aktif berpartisipasi didalam pengalaman yang tersedia, membuat keputusan sendiri, menerima konsekuensi berdasarkan keputusan tersebut. (6) Keseluruhan kelas menyajikan pengalaman yang telah dipelajari sehubung dengan mata ajaran tersebut untuk memperluas belajar dan pemahaman guru melaksanakan pertemuan yang membahas bermacam- macam pengalaman tersebut.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar IPA dengan Gerakan Literasi Sains

Dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran experiential learning disusun dan dilaksanakan dengan berangkat dari hal-hal yang dimiliki oleh peserta didik. (pg1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP Muhammadiyah 1 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya