alexametrics

Belajar Ekosistem Menyenangkan dengan Metode Mind Mapping

Oleh: Indarti,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, Pada proses pembelajaran ,kegiatan siswa belajar dan guru mengajar merupakan kegiatan paling pokok. Artinya, berhasil tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik dan guru sebagai pendidik. IPA sebenarnya bisa dianggap mudah. Sebab, IPA terdiri atas komponen pelajaran yang sangat dekat dengan aktivitas dan kehidupan sehari – hari. Karenanya,mempelajarinya pun bisa lebih mudah jika menggunakan metode yang tepat. IPA merupakan ilmu pengetahuan alam yang mempelajari apa saja yang terjadi di alam ini, baik yang kita lakukan maupun melalui sebuah penggambaran.

Kendala yang banyak dialami siswa ketika mempelajari materi pelajaran IPA antara lain materi yang harus dipelajari terlalu banyak dan banyak istilah – istilah asing yang sulit dipahami, terutama dalam mata pelajaran Biologi yang banyak terdapat istilah – istilah dari bahasa latin. Oleh sebab itu, siswa membutuhkan suatu metode belajar yang mampu memberikan kemudahan pada siswa untuk dapat memahami materi – materi pelajaran IPA.

Baca juga:  Belajar Narrative Text melalui Film Animasi

Supaya siswa lebih tertarik dan antusias ketika mereka melakukan sesuatu dengan materi pelajaran yang dihadapi misalnya dengan menggambar atau membuat peta konsep. Metode dengan menggambar atau membuat peta konsep pada umumnya dikenal dengan mind mapping.Siswa memetakan ilmu – ilmu yang diperoleh dari buku dalam hal ini siswa menciptakan media belajar sendiri. Peta konsep atau mind mapping dibuat dalam bentuk simbol – simbol, kata – kata, maupun panah – panah. Sehingga selain siswa dapat memahami materi pelajaran secara lebih mendalam, siswa juga dapat mengembangkan kreativitas mereka.

Menurut Tony Buzan ( 2004 : 4) Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran – pikiran kita. Kelebihan Mind Mapping : a) Lebih mudah melihat gambaran secara keseluruhan. b) Membantu otak untuk mengatur, mengingat, membandingkan, dan membuat hubungan. c) Memudahkan penambahan informasi.d) Pengkajian ulang dapat dilakukan lebih cepat. e) Setiap peta memiliki sifat yang unik.

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi Keahlian Siswa melalui Layanan Informasi

Kekurangan Mind Mapping : a) Waktu terbuang untuk mencari kata kunci pengingat,karena kata kunci pengingat terpisah oleh jarak. b) Waktu terbuang untuk menulis kata – kata yang tidak berhubungan dengan ingatan. c) Waktu terbuang untuk membaca kembali kata – kata yang tidak penting.

Berikut ini langkah – langkah membuat Mind Mapping : a) Mulailah dari tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. b) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral. c) Gunakan berbagai warna. d) Hubungkan cabang – cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang – cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua,dan seterusnya. e) Buatlah garis hubung yang melengkung. f) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. g) Gunakan gambar.

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Untuk mempermudah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bukateja memahami konsep ekosistem pada jaring -jaring makanan / transfer energi, guru menggunakan metode mind mapping. Anak panah yang dibuat pada metode mind mapping diartikan sebagai dimakan. Contoh rumput sebagai produsen dimakan oleh konsumen tingkat satu (ulat, belalang, tikus dan seterusnya).

Baca juga:  Snowball Throwing Tingkatkan Belajar Bilangan Bulat dan Pecahan

Konsumen tingkat satu dimakan oleh konsumen tingkat dua (burung, katak, ular, dan seterusnya). Sedangkan konsumen tingkat dua, dimakan oleh konsumen tingkat tiga (puncak dalam piramida makanan ditempati oleh jenis hewan karnivora). Dalam metode pembelajaran mind mapping,siswa dituntut untuk berpikir luas dan kreatif, menggali pengetahuan rantai makanan di alam. Jika rantai makanan tersebut saling berkaitan membentuk jaring – jaring makanan.
Kesimpulan

Dengan menggunakan metode Mind Mapping, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bukateja lebih mudah untuk memahami jaring – jaring makanan, sehingga hasil belajar lebih memuaskan. (btj2.1/aro)

Guru IPA SMP Negeri 2 Bukateja, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya