alexametrics

Tutor Sebaya Meningkatkan Keterampilan Siswa Bermain Alat Musik

Oleh : Dyah Indriati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan seni budaya diberikan di sekolah bertujuan untuk dapat memahami konsep, menampilkan sikap apresiasi, menampilkan kreativitas dan dapat menampilkan peran dalam tingkat lokal, regional, maupun global. Pendidikan seni budaya dipandang sebagai alat untuk mengembangkan dan menghasilkan individu yang berbudaya dan berdaya kreatif sehingga seni menjadi bermakna untuk memancing potensi kreatif siswa.

Salah satu bagian dari mata pelajaran seni budaya adalah seni musik. Menurut Safrina (1998: 3) pendidikan musik adalah pendidikan untuk memberi kesempatan mengembangkan rasa keindahan kepada anak dan menghayati bunyi ungkapan musik itu sendiri. Pendidikan rasa keindahan ini memberi kesadaran anak bahwa musik itu adalah bagian dari kehidupan. Pada dasarnya mengajarkan materi musik tidak terpaku pada ceramah atau cerita saja, melainkan lebih pada kegiatan praktek agar siswa merasakan langsung seperti misalnya bermain alat musik, mendengarkan musik, dan menyanyi. Namun dalam kenyataannya hal ini masih mengalami hambatan, salah satunya adalah lemahnya keterampilan siswa dalam mamainkan alat musik. Adanya adagium “takut salah” membuat pembelajaran keterampilan bermain alat musik tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca juga:  Model Discovery Learning dengan Media Kartu Permudah Belajar IPS

Kelemahan ini menurut penulis terjadi karena siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Lebih-lebih pada pembelajaran praktek, lebih membutuhkan keterlibatan aktif siswa. Proses pembelajaran yang terjadi masih terfokus kepada guru, belum terfokus kepada siswa yang dapat mengakibatkan proses pembelajaran menjadi pengajaran bukan pembelajaran. Melihat kenyataan tersebut maka diperlukan motode pembelajaran yang dapat mengatasi masalah tersebut. Metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara keseluruhan untuk aktif dalam proses pembelajaran dan bersifat mandiri.

Salah satu metode yang coba penulis terapkan di SMP Negeri 4 Sragi Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan keterampilan bermain alat musik tersebut adalah metode tutor sebaya. Suherman (2003:45) menjelaskan metode tutor sebaya sebagai metode pembelajaran di mana sekelompok siswa yang telah tuntas terhadap bahan pelajaran, memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya. Sedangkan paradigma yang melandasi dikembangkannya metode tutor sebaya ini adalah bahwa siswa akan lebih cepat memahami apa yang diajarkan oleh temannya, dibandingakan apa yang diajarkan oleh guru. Karena, belajar dengan teman menjadikan siswa lebih bebas untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan pertanyaan-pertanyaan mengenai hal yang belum mereka ketahui dan pahami.

Baca juga:  Tuntut Guru Bahasa Inggris Kreatif dalam Pembelajaran Daring

Hasil pelaksanaan tutor sebaya pada pembelajaran seni musik secara umum terlihat berhasil sebagaimana diharapkan. Dari sisi penguasaan materi, kemampuan penguasaan materi bermain alat musik meningkat. Hal ini disebabkan tutor yang memiliki kemampuan yang baik, mampu membimbing temannya. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa yang sangat baik. Mereka berkonsentrasi, mendengarkan, dan memahami semua arahan yang diberikan oleh tutor dari awal sampai akhir. Dari sisi pelaksanaan pembelajaran, terlihat siswa mau antusias dan aktif terlibat dengan mengikuti semua arahan yang diberikan karena siswa merasa terbantu dengan adanya peran tutor. Adanya kepercayaan, kenyamanan, dan bahasa yang mudah dimengerti merupakan aspek penting keberhasilan tutor sebaya dalam membuat siswa mampu mandiri dan menguasai materi pelajaran mereka. (ti1/ton)

Baca juga:  Mudahnya Belajar Partitur Gitar dengan Not Berwarna

Guru Seni Budaya SMP N 4 Sragi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya