alexametrics

Pembelajaran Kontekstual Solusi Pelajari Kegiatan Ekonomi di Masa Pandemi

Oleh: Munawaroh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Angka penyebaran Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi, dilansir dari situs covid19.co.id tanggal 16 Januari 2021 terkonfirmasi sebanyak 896.642 (+14.224) kasus, meninggal 25.767 dan sembuh 727.358. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring banyaknya kerumunan massa di tempat-tempat umum. Anjuran untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun, serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa – Bali mulai tanggal 11 – 25 Januari 2021 belum mampu sepenuhnya menahan laju penyebaran Covid-19 apabila masyarakat masih abai terhadap anjuran protokol kesehatan.

Sektor pendidikan merupakan salah satu yang terkena dampak pandemi Covid-19 dan memaksa kita untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penyesuaian tersebut tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Coronavirus Deseas (Covid-19). Proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah, kemudian dialihkan ke rumah masing-masing siswa yang lazim dikenal dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sejak bulan Maret 2020 SMPN 1 Gemuh, Kabupaten Kendal melaksanakan PJJ agar semua warga sekolah, baik siswa, guru, tenaga kependidikan, maupun pihak terkait lainnya terselamatkan dari wabah pandemi Covid-19.

Baca juga:  Peta Digital Dalam Materi Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Sesuai arahan pemerintah, sistem Pembelajaran Jarak Jauh harus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum; memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19; memberikan variasi aktivitas dan tugas pembelajaran dari rumah; serta harus memberikan umpan balik terhadap bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah. Bertolak dari hal itulah penulis menerapkan pembelajaran kontekstual dalam PJJ. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Suprijono, 2009:79). Dalam praktiknya, pembelajaran kontekstual dilakukan secara autentik yaitu pembelajaran yang mengutamakan pengalaman nyata, pengetahuan bermakna dalam kehidupan, dan dekat dengan kehidupan nyata sehingga sangat cocok jika diterapkan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Baca juga:  Pemimpin adalah Pelaku Perubahan Lembaga Pendidikan

Pembelajaran kontekstual ini penulis terapkan pada pembelajaran daring IPS kelas VII KD 3.2 tentang Kegiatan Ekonomi, dimana penulis meminta siswa “menganalisis dampak pandemi Covid-19 terhadap kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi di masyarakat”. Dengan sistem pembelajaran ini siswa dipacu untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri dari lingkungan sekitar melalui kegiatan pengamatan, bertanya kepada orang lain, berdiskusi dengan teman (tutor sebaya kelompok daring), maupun dengan mencari sumber literasi lain seperti internet dan media eletronik lainnya, sementara guru berperan sebagai fasilitator. Adapun tahapan yang dilakukan penulis pada pembelajaran ini adalah : Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai, menjelaskan logistik yang diperlukan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas memecahkan masalah. Membantu siswa mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah. Membimbing siswa untuk mengumpulkan informasi dan memecahkan masalah. Membantu siswa menyiapkan laporan. Membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap kegiatan yang mereka lakukan.

Baca juga:  Karyawisata Solusi Kejenuhan Siswa

Pembelajaran kontekstual ternyata berdampak positif bagi siswa. Selain pembelajaran menjadi lebih bermakna, siswa juga mampu menganalisis dampak pandemi Covid-19 terhadap kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi, serta mampu merefleksikan apa yang seharusnya dilakukan masyarakat di masa pandemi. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai tugas siswa yang tinggi (>83). (bw1/zal)

Guru SMPN 1 Gemuh, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya