alexametrics

Google Classroom Solusi di Masa Pandemi

Oleh: Siswoto, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Adanya kasus Covid-19 menyebabkan terhentinya berbagai kegiatan untuk mencegah penularan virus korona. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia. Semua kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan dihentikan. Begitu pula kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di sekolah terpaksa dihentikan. Agar pendidikan dapat terus berjalan, maka pemerintah mencanangkan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan jarak jauh dan dilakukan dengan tatap maya atau yang kita sebut dengan pembelajaran daring. Pembelajaran daring ini sebenarnya merupakan pembelajaran yang diharapkan di masa mendatang, dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi.

Seperti yang telah disampaikan oleh Keengwe & Georgina dalam penelitiannya bahwa perkembangan teknologi memberikan perubahan terhadap pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran (Keengwe & Georgina, 2012). Teknologi informasi dapat diterima sebagai media dalam melakukan proses pendidikan, termasuk membantu proses belajar mengajar, yang juga melibatkan pencarian referensi dan sumber informasi (Wekke & Hamid, 2013). Artinya, teknologi merupakan sesuatu yang dipahami oleh seorang guru dan peserta didik sekaligus orang tua siswa agar dapat melaksanakan pembelajaran. Saat sekarang ini, pembelajaran daring sedikit banyak telah memaksa guru dan siswa untuk dapat menggunakan teknologi sebagai pengantar dalam pembelajarannya.

Baca juga:  Belajar Menulis Geguritan dengan Outdoor Learning

Pembelajaran daring adalah model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS) seperti menggunakan Zoom, Google Meet, Whatsapp group, Google classroom dan lain-lainnya. Dalam hal ini, baik dalam pemberian tugas-tugas, kegiatan belajar mengajar dan ulanganpun dilakukan secara daring, dengan menggunakan platform yang paling bisa dijangkau oleh guru dan peserta didik.

Dalam kesempatan ini penulis akan merefleksikan pembelajaran Kelas V SD Negeri Pungangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan melalui jaringan internet dengan aplikasi google classroom. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring dengan materi “Siklus Air” di mulai dengan kegiatan sebagai berikut: mengarahkan siswa-siswa terlebih dahulu via grup whattshap kelas, untuk masuk ke dalam google classroom guna menerima materi yang diberikan. Setelah itu, proses interaksi antara guru yang bersangkutan dengan para siswa terjadi di dalam google classroom. Guru terlebih dahulu mengirimkan materi kemudian menjelaskan sedikit maksud dan tujuan dari materi tersebut.

Baca juga:  Melatih Daya Rangsang Berpikir Siswa pada Matematika dengan Metode CPDL

Sebelum mempelajari materi, siswa diberi stimulus dengan belajar nyanyian yang berhubungan dengan materi tentang siklus air atau dengan nyanyian yang berkaitan dengan air. Kemudian siswa diminta membaca teks “Siklus Air” dengan cermat. Selanjutnya melalui kegiatan menggali informasi dari sumber bacaan, siswa dapat membuat bagan sederhana untuk menjelaskan siklus air. Siswa juga diminta untuk melakukan kegiatan pengamatan, agar siswa mampu menjelaskan terjadinya siklus air dengan baik. Melalui kegiatan mengamati, siswa mampu mengidentifikasi urutan peristiwa dalam bacaan dengan benar.

Sebagai kegiatan penutup, guru memimpin diskusi kelas dan membantu siswa dalam membuat simpulan umum tentang kegiatan-kegiatan yang terkait dengan materi pembelajaran hari itu. Siswa diminta untuk merefleksikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dipelajari pada hari itu.

Baca juga:  Pengembangan Model Pembelajaran Tematik Berbasis Kearifan Lokal untuk SD Kelas Rendah

Di masa pandemi saat ini, model pembelajaran menggunakan Google Classroom menjadi model pembelajaran yang solutif. Dengan Google Classroom guru terbantu untuk menyiapkan apa yang diperlukan untuk mengajar, dan memudahkannya melakukan kegiatan belajar mengajar yang efektif. (pg1/lis)

Guru Kelas SDN Pungangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya