alexametrics

Ceramah Bervariasi Meningkatkan Hasil Belajar PKn Kelas 4 SD

Oleh : Idhi Agung Mulyawan, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ceramah adalah metode yang boleh dikatakan tradisional. Sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Meskipun menuntut keaktifan guru dari pada anak didik, metode ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kegiatan pengajaran. Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan (Sudjana, 2010: 77).

Menurut Sutikno (2009: 94) metode ceramah merupakan, “metode pembelajaran yang dilakukan dengan penyajian materi melalui penjelasan lisan oleh seorang guru kepada siswa-siswanya”.

Proses pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, perhatian terpusat pada guru sedangkan siswa hanya menerima secara pasif. Metode ini hanya cocok digunakan untuk menyampaikan informasi, untuk memberi pengantar dan untuk menyampaikan materi yang berkenaan dengan pengertian atau konsep-konsep.

Menurut Djamarah dalam Sinta dan Gafur (2015: 98), “Penggunaan metode mengajar yang bervariasi dapat menggairahkan belajar anak didik, pada suatu kondisi tertentu seorang anak akan merasa bosan dengan metode ceramah maka guru perlu mengalihkan suasana dengan menggunakan metode lain. Seperti metode tanya jawab, diskusi atau metode penugasan sehingga kebosanan dapat terobati dan suasana kegiatan pengajaran jauh dari kelesuan”.

Baca juga:  Meningkatkan Percaya Diri dalam Belajar Matematika melalui Demonstrasi

Sutarsih (2013: 2) berpendapat, “Ceramah bervariasi adalah metode mengajar yang dalam pelaksanaannya menuntut banyak keterlibatan/kreatifitas siswa. Siswa dituntut untuk aktif baik bertanya kepada guru maupun berdiskusi/berinteraksi dengan teman-temannya. Dalam proses pembelajaran setiap siswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat serta memecahkan masalah secara bersama-sama dalam bentuk diskusi. Sedangkan guru berperan sebagai pembimbing, dan mengarahkan siswa untuk bekerja sama dalam diskusi. Disebut ceramah bervariasi karena terdapat beberapa komponen. Yaitu variasi metode ceramah (tanya jawab, diskusi dan tugas), variasi media (alat indra siswa dilibatkan sebanyak mungkin dalam proses belajar mengajar), variasi penampilan (gerak, ekspresi, suara, selingan diam, dan kontak pandang), serta variasi bahan sajian.

Metode ceramah bervariasi yang dimaksud adalah gabungan/kombinasi dari beberapa metode mengajar seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan tugas. Dengan menggabungkan beberapa metode mengajar dalam kegiatan pembelajaran siswa akan terhindar dari kejenuhan, rasa ngantuk, dan dapat membangkitkan minat serta motivasi siswa untuk belajar.

Baca juga:  Asyik Belajar Bilangan Bulat Cara BUKoPiN

Menurut Sutarsih (2013: 7) ada beberapa karakteristik penggunaan ceramah bervariasi sebagai berikut: agar perhatian siswa tetap terarah selama penyajian berlangsung, penyajian materi pelajaran sistematis (tidak berbelit-belit), untuk merangsang siswa aktif, untuk memberikan feed back (balikan), untuk memberikan motivasi belajar.

Pada saat pembelajaran PKn materi kabupaten/kota gabungan dari beberapa pemerintah kabupaten (pemkab) dipimpin oleh seorang bupati. Pemerintah kota (pemkot) dipimpin oleh seorang wali kota. Kabupaten/kota merupakan daerah bagian langsung dari provinsi. Kabupaten/kota dipimpin oleh bupati/wali kota yang dibantu oleh seorang wakil bupati/wakil wali kota dan perangkat daerah lainnya.

Siswa hanya mendengarkan sambil guyonan atau bermain, sehingga konsentrasi belajar yang kurang sehingga menyebabkan hasil ulangannya tidak maksimal. Hanya 25 persen atau 8 siswa dari 25 siswa secara keseluruhan siswa kelas 4 SDN 04 Pedurungan Kecamatan Taman.

Baca juga:  Pengembangan Media Flash Card Pendukung Pembelajaran Saintifik

Menurut Sutarsih (2013: 2), kelebihan dan kekurangan ceramah bervariasi sebagai berikut, kelebihannya guru dapat melihat siswa yang pandai, sedang dan kurang dan untuk mendapat umpan balik (feed back), sedangkan kekurangannya guru sulit mengatur alokasi waktu dan minat siswa yang berbeda terhadap materi.

Dengan diberi gambar yang variatif dan ceramah yang menarik, siswa tertarik mengikuti pelajaran PKn dari awal sampai akhir tanpa guyonan atau banyak bermain. Mereka lebih memperhatikan dan banyak bertanya tentang wilayah terutama yang ada di kota Pemalang.
Hasil belajarpun meningkatkan dari 25 persen menjadi 100 persen. Nilai ulangan harian yang dulu rata-rata 55,75 sekarang menjadi 83,33. Sehingga bisa disimpulkan, ceramah yang variatif mampu meningkatkan hasil belajar siswa. (pg1/lis)

Guru SDN 04 Pedurungan, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya