alexametrics

Problem Based Learning dengan Eksperimen yang Menyenangkan

Oleh : Pudji Rahaju S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PROBLEM Based Learning (PBL) adalah pembelajaran berbasis masalah, yang memecahkan sebuah masalah menjadikan masalah nyata sebagai pemicu bagi proses belajar peserta didik. Kebanyakan peserta didik menganggap belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sulit, membosan¬kan dan tidak menyenangkan. Hal ini terjadi di kelas VIII SMP Negeri 2 Patean, Kendal.

Untuk itu, guru melakukan pembelajaran PBL dengan Eksperimen. Model ini memotivasi peserta didik terlibat dalam pemecahan masalah, mengumpulkan informasi yang sesuai, dan melakukan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan. Namun membutuhkan banyak waktu, dana, danfasilitas yang memadai.

Menurut Ridwan Abdillah Sani 2019:214 “Problem Based Learning merupakan suatu pembelajaran yang dimulai dengan menyajikan permasalahan dengan memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan penyelesaian masalah sehingga mereka akan bertindak aktif membangun pengetahuannya”.

Baca juga:  Pembelajaran Make a Match pada Mata Pelajaran TIK

Metode eksperimen merupakan pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Metode eksperimen menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000) adalah “cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari.”

Selain menyenangkan juga mampu membuat suasana belajar aktif, tumbuh kegembiraan dan kerjasama sesama peserta didik yang dinamis. Dengan melakukan pemecahan masalah peserta didik dapat memperoleh pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah. Dalam model pembelajaran ini, guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi peserta didik untuk secara aktif menyelesaikan masalah dan membangun pengetahuannya secara berkelompok atau berkolaborasi antar peserta didik lainnya.

Baca juga:  Strategi Penugasan untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Alquran

Pelaksanaan PBL dengan Eksperimen yaitu menjelaskan tujuan pembelajaran, memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam pemecahan masalah, mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah, memotivasi peserta didik melaksanakan eksperimen, membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil karya berupa laporan hasil percobaan, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi/eksperimen dan memamerkan hasil karyanya.

Penerapan model pembelajaran PBL dengan Eksperimen membuat peserta didik kelas VIII B SMP Negeri 2 Patean yang berjumlah 28 lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran Sistem Pernapasan pada Manusia. Sebelum menggunakan model Problem Based Learning dengan Eksperimen peserta didik kurang aktif dan setelah menggunakan model ini menjadi lebih aktif dan senang. Penerapan model ini membuat peserta didik menjadi respek pada temannya dengan Eksperimen hasil belajar meningkat dari nilai ulangan tertinggi 80 meningkat menjadi 100 dan ketuntasan belajar dari 20 (71 persen) tuntas meningkat menjadi 25 (89 persen) peserta didik tuntas. Model pembelajaran juga efektif untuk meningkatkan perubahan perilaku peserta didik artinya dari yang belum aktif dengan eksperimen menjadi aktif dan mampu bekerja sama dengan peserta didik lain. (pg1/ida)

Baca juga:  Layanan Klasikal dengan Video SOM Lebih Menarik

Guru IPA SMP Negeri 2 Patean, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya