alexametrics

Bikin Siswa Aktif Belajar Pernafasan dengan Metode Bervariasi

Oleh: Isro’, S. Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan terjemahan kata instruction mengandung makna tidak hanya ada dalam konteks guru – murid di kelas formal, akan tetapi juga meliputi kegiatan belajar mengajar yang tidak dihadiri oleh guru secara fisik, dan dalam kata pembelajaran ditekankan pada kegiatan belajar siswa melalui usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar mengajar. Kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang paling penting dalam implementasi kurikulum. Untuk mengetahui apakah pembelajaran itu efektif atau efisien, dapat diketahui melalui kegiatan pembelajaran. Untuk itu pengajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran seyogyanya tahu bagaimana membuat kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Selama ini penulis masih menggunakan metode konvensional, merupakan metode paling popular di kalangan guru. Sehingga siswa tidak maksimal dalam menerima pelajaran. Seperti yang dialami siswa kelas V SDN 02 Wringinagung pada IPA materi KD 3.2 dan 4.2 Sistem pernafasan hewan, siswa diajak belajar tampak bermalas-malasan sehingga berpengaruh pada hasil belajar yang menurun.

Baca juga:  Manajemen Waktu Tingkatkan Kedisplinan dan Kenyamanan Belajar

Melihat keadaan demikian, maka penulis menerapkan model pembelajaran yang tidak seperti biasanya yaitu dengan model bervariasi. Yaitu metode ceramah dengan tanya jawab, diskusi dan penugasan. Penggunaan berbagai variasi metode mengajar yang sesuai dengan materi pembelajaran akan membuat siswa memililiki pemahaman yang lebih mendalam tentang materi tersebut. Mereka tak hanya sebagai manusia penghafal, tapi kemungkinan besar juga akan mampu mengaplikasikan pengetahuannya pada kehidupan nyata.

Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Meskipun metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru dari pada anak didik, tetapi metode ini tetap tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kegiatan pengajaran. Metode ceramah bervariasi adalah gabungan/kombinasi dari beberapa metode mengajar seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan tugas. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ceramah bervariasi adalah kombinasi/gabungan dari beberapa metode mengajar yang dalam pelaksanaannya tidak hanya guru yang berperan aktif tetapi lebih banyak melibatkan aktivitas siswa. Dengan menggabungkan beberapa metode mengajar dalam kegiatan pembelajaran siswa akan terhindar dari kejenuhan, rasa ngantuk, dan dapat membangkitkan minat serta motivasi siswa untuk belajar sehinggahasil belajar yang di targetkan dapat tercapai secara maksimal.

Baca juga:  Video Animasi Bangkitkan Minat Belajar Siswa

Langkah-langkah Metode Pembelajaran Ceramah Bervariasi sebagai berikut : Pertama, Persiapan. Menciptakan kondisi belajar siswa. Kedua, Pelaksanaan, Guru menyiapkan bahan materi, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menghubungkan dan membandingkan materi ceramah yang telah diterimanya, melalui Tanya jawab, guru memberikan tugas kepada siswa untuk memberikan kesimpulan melalui hasil ceramah. Ketiga, Evaluasi. Guru mengadakan penilaian terhadap pemahaman siswa mengenai bahan yang telah diterimanya, melalui tes lisan dan tulisan atau tugas lain.

Penerapan model bervariasi sangat membantu siswa untuk mengekspresikan berbagai perasaan mereka saat guru memberikan materi. Membuat siswa mengikuti pembelajaran dengan sukarela dan bersemangat untuk berpartisipasi aktif. Mereka akan berpikir secara mandiri, dan secara tanpa sadar mereka telah tenggelam dan terlibat aktif dalam pembelajaran. (pg1/zal)

Baca juga:  WhatsApp Mempermudah Pembelajaran Gaya dan Gerak pada Peristiwa di Lingkungan Sekitar

Guru SDN 02 Wringinagung, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya