alexametrics

Belajar lebih Efektif dengan Media Flash Card

Oleh ; Ratna Setiawati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PESATNYA perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini menuntut guru melakukan berbagai upaya agar pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa di sekolah dapat di terapkan pada situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mata pelajaran seni budaya merupakan mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum 2013. Di Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran seni budaya pada kurikulum 2013 mengajarkan berbagai cabang seni yaitu seni musik, seni rupa, seni tari dan seni teater .

Permasalahan yang penulis alami adalah hasil belajar peserta didik kelas VI SDN 02 Harjosari Doro pada materi ìBumikuî telah gagal dalam pembelajaran. Terbukti hasil ulangan peserta didik dibawah criteria ketuntasan Minimal. Rasa malas bisa juga muncul karena siswa belajar dengan metode yang kurang sesuai dengan kemampuannya menyerap ilmu. Penting sekali untuk mengedukasi siswa perihal pentingnya mengenal diri masing-masing. Kalau siswa tahu metode belajar seperti apa yang membuat mereka mudah mencerna pelajaran, tentu segalanya jadi lebih mudah.

Baca juga:  Implementasi Program Adiwiyata Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Sekolah

Maka penulis menyadari , pembelajaran dengan model apapun jika tanpa media yang akan membantu pembelajaran kurang menyenangkan. Kemudian penulis menambahkan media pembelajaran yaitu dengan Media flash card . Adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25X30 cm. Gambar-gambar yang dibuat menggunakan tangan atau foto atau memanfaatkan gambar atau foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembar-lembar flash card. gambar-gambar yang ada pada flash card merupakan rangkaian pesan yang disajikan dengan keterangan setiap gambar yang di cantumkan pada bagian belakang kartu (Susilana, dan Riyana, 2009: 94)

Ada beberapa cara dalam pembuatan media flash Card, antara lain : Pertama, Siapkan kertas yang agak tebal seperti kertas duplek dari bahan kardus. Kertas ini berfungsi untuk menyimpan atau menempelkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kedua, Kertas tersebut diberikan tanda dengan pensil atau spidol dan menggunakan penggaris, untuk menentukan ukuran 25X30 cm. Ketiga, Potong-potong kertas duplek tersebut dapat menggunakan gunting atau pisau kater hingga tepat berukuran 25X30 cm. Buatlah kartu-kartu tersebut sejumlah gambar yang akan di tempelkan atau sejumlah materi yang akan di sampaikan. Keempat, Selanjutnya, jika objek gambar akan langsung di buat dengan tangan, maka kertas alas tadi perlu dilapisi dengan kertas halus untuk menggambarkan, misalnya kertas HVS, kertas concort atau kertas karton. Kelima, Mulailah menggambar dengan menggunakan alat gambar seperti kuas, cat air, spidol, pensil warna, atau membuat desain menmggunakan komputer dengan ukuran yang sesuai lalu setelah selesai ditempelkan pada alas tersebut. Keenam, Jika gambar yang akan tempel memanfaatkan yang sudah ada. Ketujuh, Pada bagian akhir adalah memberikan tulisan pada bagian kartu-kartu tersebut sesuai dengan nama objek yang ada di depannya.

Baca juga:  Pembelajaran IPA Materi Cahaya dan Sifatnya melalui Metode Eksperimen

Dengan penerapan metode yang sesuai dan media flash card dalam pembelajaran peserta didik semakin bersemangat untuk belajar karena dengan media visual dapat dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Dengan kartu memperlancar pencapaiaan tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Terbukti hasil belajar siswa meningkat rata-rata 70% tuntas. (pg1/zal)

Guru SDN 02 Harjosari, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya