alexametrics

Pembelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Asyik melalui Praktik di Lingkungan Sekolah

Oleh : Mulyadi, SPd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah proses perubahan perilaku Djamarah dan Zain (2010). Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan pembelajaran adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

Pembelajaran kompetensi dasar pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan memerlukan pemahaman konsep pertumbuhan dan perkembangan bagi peserta didik secara jelas dan mudah dipahami. Pertumbuhan dalam arti sempit berarti pembelahan sel (peningkatan jumlah) dan pembesaran sel (peningkatan ukuran). Kedua proses ini merupakan proses yang tidak dapat berbalik (irreversible). Franklin P. Gardner dkk dalam bukunya Fisiologi Tanaman Budidaya (Herawati Susilo, Jakarta: UI-Press, 1991), pertumbuhan dapat diukur dengan macam pengukuran yang lazim digunakan untuk mengukur pertambahan volume atau massa. Pertumbuhan dapat diukur sebagai pertambahan panjang, lebar atau luas, tetapi dapat pula diukur berdasarkan pertambahan volume, masa atau berat (segar atau kering).
Untuk memudahkan pemahaman dalam pembelajaran kompetensi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan metode yang paling sesuai adalah praktik. Praktik di kebun sekolah akan menjadi media interaksi anak dan objek belajar semakin intensif. Metode praktik dalam belajar pertumbuhan dan perkembangan dirancang dengan model guided discovery learning (penemuan terbimbing). Model discovery learning terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.
Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilatingconcepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

Baca juga:  Penggunaan Crossword Puzzle untuk Belajar Ketenagakerjaan

Langkah-langkah dalam pembelajaran sebagai berikut : guru menentukan tujuan pembelajaran pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan secara jelas. Yaitu peserta didik dapat menemukan faktor ekternal yang mempengaruhi pertumbuhan melalui pembelajaran secara praktik. Siswa bekerja secara berkelompok (4-5 orang). Siswa mengidentifikasi salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui observasi atau literasi, dan menentukan jenis tanaman yang akan digunakan sebagai objek percobaan.
Siswa merancang percobaan pengaruh faktor eksternal terhadap tumbuhan yang akan digunakan dalam percobaan, menentukan alat bahan penelitian dan membuat cara kerja percobaan. Kelompok melaksanakan percobaan sesuai rancangan. Siswa dapat mengumpulkan data-data percobaan pertumbuhan sesuai parameter yang diamati.

Siswa dapat menyimpulkan hasil percobaan sesuai data yang diperoleh. Siswa mempresentasikan hasil percobaannya di dalam kelas. Siswa menyusun laporan penelitian secara lengkap atau mempublikasikan hasil percobaannya.
Pembelajaran secara terbimbing melalui praktik penelitian dalam KD Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan akan mengembangkan ranah kognitif pada peserta didik tidak hanya C1 (ingatan) dan C2 (pemahaman) tetapi sudah meningkat sampai C3 (penerapan), C4 (analisis) dan C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta).

Baca juga:  Museum Virtual untuk Belajar Sejarah di Masa Pandemi

Dengan pengalaman berdiskusi secara kelompok untuk menentukan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan peserta didik dapat mengaplikasikan hasil pemikiran bersama tentang faktor yang menentukan pertumbuhan dan berusaha membuktikan. Bukan sekadar mengerti tanpa pembuktian (C4).

Dari data-data yang diperoleh dari parameter percobaan baik tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar batang termasuk berat tanaman peserta didik dapat mencari hubungan hasil-hasil data penelitian ini dengan faktor pertumbuhan yang digunakan sebagai variabel bebas penelitian (C5).

Dalam semua proses pembelajaran ini, guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing. Sehingga sepenuhnya hasil belajar ini adalah hasil proses berpikir dan hasil kerja praktik peserta didik. Dengan praktik sendiri dalam mempelajari KD Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, pemahaman konsep pertumbuhan dan perlembangan peserta didik menjadi sangat besar. Jauh hasilnya jika pembelajaran hanya diberikan materi dan dijelaskan satu arah oleh guru. (dm1/lis)

Baca juga:  Belajar Virtual lebih Mudah dan Atraktif melalui Media Video

Guru Biologi SMAN 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya