alexametrics

Pembelajaran Menulis Puisi Lebih Mudah dengan Spider Concept Map

Oleh: Magdalena Yuli Yatimah, S.S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif. Dalam sebuah puisi, penyair mencurahkan segala perasaan dan pikirannya dengan memanfaatkan kreativitas penyair. Keterampilan menulis puisi diajarkan kepada siswa agar bisa bersikap lebih kritis. Siswa bisa memanfaatkan keterampilan menulisnya untuk menghasilkan sebuah karya yang ekspresif dan menarik.
Kenyataan yang ada di sekolah menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan menulis puisi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penilaian menulis puisi di SMPN 2 Sukorejo. Hasil pengamatan pada aktivitas belajar siswa di kelas VIII SMPN 2 Sukorejo saat pembelajaran materi Menulis Puisi kemampuan menulis puisi siswa dalam pembelajaran masih rendah.

Permasalahan ini menyebabkan pembelajaran kurang kondusif sehingga diperlukan upaya untuk memberikan rangsangan. Misalnya melalui metode pembelajaran yang berbeda dan menggunakan alat bantu yang menyenangkan bagi siswa. Oleh karena itu, perlu adanya suatu metode yang mampu menyuguhkan materi yang membuat siswa senang.

Baca juga:  Memupuk Budaya Menulis Guru melalui Esai dan Puisi Bermedia Google Clasroom

Menulis puisi adalah kemampuan menuangkan pengalaman yang dibayangkan ke dalam bentuk tulisan dengan menggunakan bahasa yang ringkas dan mempunyai banyak kekayaan bahasa. Dalam menulis puisi, kata-kata yang digunakan harus mempunyai kekuatan makna sebagai penggambaran perasaan, imajinasi, dan harapan penyair untuk penghubungkan pembaca dengan dunia pikiran dan perasaan dari penyair.

Menurut Suminto A Sayuti (2002:3) puisi dapat dirumuskan sebagai sebentuk pengucapan bahasa yang memperhitungkan adanya aspek bunyi-bunyi di dalamnya, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan individual dan sosialnya, yang diungkapkan dengan teknik pilihan tertentu, sehingga puisi itu mampu membangkitkan pengalaman tertentu pula dalam diri pembaca atau pendengar-pendengarnya.

Untuk mempermudah siswa dalam membuat puisi maka digunakan metode Spider Concept Map (peta konsep laba-laba). Siswa diminta untuk membuat peta konsep tentang tema tertentu. Dari peta konsep tersebut siswa mengembangkan kata-kata dalam konsep menjadi kalimat-kalimat sesuai dengan unsur-unsur puisi. Buzan (2011:98) menyatakan peta konsep adalah alat yang bisa membantu berpikir secara ekspansif dan kreatif manakala seseorang butuh untuk menghasilkan ide, merencanakan sesuatu dengan khas, atau menggugah imajinasi. Melalui peta konsep, daftar informasi yang panjang dapat dialihkan menjadi diagram warna-warni sangat teratur dan mudah diingat yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal. Kelebihan peta konsep pertama fleksibel, jika seseorang tiba-tiba teringat untuk menjelaskan suatu hal dapat dengan mudah menambahkannya di tempat yang sesuai dalam peta konsep. Kedua, dapat memusatkan perhatian, tidak perlu berpikir untuk menangkap setiap kata, tetapi seseorang dapat berkonsentrasi pada gagasannya. Ketiga meningkatkan pemahaman, dan keempat menyenangkan, menyusun peta konsep membutuhkan imajinasi dan kreativitas yang tidak terbatas. Hal ini menjadikan pembuatan serta peninjauan ulang catatan lebih menyenangkan.

Baca juga:  STAD untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA

Dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa, guru harus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memilih metode pembelajaran yang dapat memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berkembang dengan keinginan dan kemampuan siswa. Metode Spider Concept Map (peta konsep laba-laba) merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk aktif dan kreatif dalam berimajinasi, mengekspresikan hasil tulisannya. Metode Spider Concept Map (peta konsep laba-laba) dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi sehingga pembelajaran berlangsung aktif, siswa lebih memperhatikan dan lebih berkonsentrasi pada saat pelajaran serta hasil puisi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sukorejo Kendal lebih bagus. (bw2/lis)

Baca juga:  Belajar Teks Prosedur Menjadi Mudah dengan Metode Demonstrasi

Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Sukorejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya