alexametrics

Media Pembelajaran Berbantu Video Tingkatkan Hasil Belajar Materi Perangkat Keras Komputer

Oleh : Kismawanto, ST

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Metode pembelajaran banyak mengalami perkembangan. Pendidik dituntut mengembangkan kemampuannya untuk melek teknologi dan mampu menerapkannya. Serta melaksanakan pembelajaran yang kreatif inovatif menggunakan metode-metode yang menyesuaikan kondisi peserta didik.

Sebagian pengguna komputer saat ini, baik itu siswa dan mahasiswa, hanya mampu mengoperasikan software komputer, tanpa mengetahui apa saja komponen dari hardware komputer. Padahal sistem komputer didukung tiga komponen utama yaitu, software, hardware, dan brainware. Ketiga komponen ini tidak akan berjalan dengan baik apabila salah satunya mengalami masalah.

Aplikasi interaktif ini akan menjelaskan tentang hardware dari komputer, baik itu prinsip kerja, fungsi, dan karakteristik dari masing-masing komponen. Pada kesempatan ini, penulis ingin membuat aplikasi untuk memvisualisasikan materi pelajaran yang akan membantu sebagai media pembelajaran dan bermain. Tampilan dan interface aplikasi lebih menyenangkan serta tidak membosankan karena lebih banyak animasi yang terkandung dalam aplikasi ini.

Metode ini bisa diterapkan dalam materi perangkat keras komputer yang merupakan materi KD Teknik Komputer pada mata pelajaran Informatika kelas X di SMAN 1 Kota Mungkid. Menurut Rizky Dhanta (2009:58), hardware adalah perangkat komputer yang terdiri atas susunan komponen-komponen elektronik berbentuk fisik (berupa benda). Hardware (perangkat keras) adalah alat atau benda yang bisa dilihat, sentuh, pegang dan memiliki fungsi tertentu. Peralatan yang secara fisik terlihat dan bisa diraba atau dipegang.
Video menurut Sudjana dan Rivai (2005:156) berasal dari bahasa Latin video-vidi-visum yang artinya melihat (mempunyai daya penglihatan). Menurut Arsyad (2009: 48) video adalah gambar hidup dalam frame. Frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup.

Baca juga:  Tutor Sebaya Tingkatkan Semangat Belajar Siswa

Sadiman (2011: 165) mengatakan video merupakan rekaman gambar hidup yang bergerak, proses perekamannya dan penayangannya menggunakan teknologi. Disimpulkan, video adalah gambar hidup yang bergerak berada di dalam frame. Perekamannya menggunakan teknologi dan penayangannya dengan cara diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup.

Menurut Arsyad (2009: 3), media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’ ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Sanjaya (2011: 163) mengatakan, “Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya.” Sedangkan menurut Djamarah (2006: 121) alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sabagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Daring IPA Menyenangkan dengan Game Ballon Pop

Dapat disimpulkan, media bukan hanya alat perantara seperti televisi, radio, slide, bahan cetakan, tetapi juga manusia sebagai sumber belajar atau juga kegiatan diskusi, seminar, karya wisata, simulasi yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa, atau menambah keterampilan.

Materi perangkat keras komputer masuk dalam kompetensi teknik komputer, tujuannya membahas interaksi manusia dan komputer. Sebelum berinteraksi dengan komputer, siswa harus menguasai materi perangkat keras dan perangkat lunaknya. Untuk lebih mengenalkannya, digunakan metode visual berupa video yang dibuat menggunakan laboratorium komputer sebagai contoh yang digunakan. Pembelajaran di masa pandemi ini saat guru dan siswa tidak dapat bertatap muka secara langsung, digunakanlah video yang akan mempermudah dalam penyampaian materi pengenalan perangkat keras komputer.

Baca juga:  Pembelajaran Peta Berbasis Pengalaman Traveling dan Mapping

Penggunaan laboratorium komputer sebagai contoh dalam pembuatan video tutorial pengenalan perangkat keras komputer karena siswa dapat membayangkan dengan mudah.

Dengan adanya media, pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa. Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa. Metode mengajar lebih bervariasi, dan siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Penggunaan media dapat mempertinggi kualitas proses dan hasil pengajaran dari berpikir abstrak ke berpikir kongkret (Sudjana, 2001). (dm1/lis)

Guru TIK SMAN 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya