alexametrics

Belajar Mudah tentang Integral dengan Team Assisted Individualization

Oleh : Wendy Puspitasari, S.Si.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Hasil belajar merupakan faktor yang sangat penting, karena hasil belajar yang dicapai siswa merupakan indikator untuk mengukur penguasaan materi yang diajarkan guru. Masalahnya sekarang adalah pelaksanaan proses belajar mengajar matematika di sekolah hanya berorientasi pada guru, masih konvensional, kurang melibatkan siswa. Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika secara konvensional banyak didominasi oleh belajar menghafal, sehingga siswa hanya bekerja secara prosedural dan memahami matematika tanpa penalaran (Yuwono,2001:6).

Dari hasil pengalaman pribadi mengajar matematika materi Integral kelas XII di SMK Negeri H Moenadi Ungaran terdapat beberapa kekurangan, antara lain hasil belajar matematika tidak mencapai ketuntasan klasikal. Karena penerapan metode pembelajaran masih kurang mengaktifkan siswa sehingga pembelajaran cenderung hanya berlangsung satu arah dari guru. Siswa kurang dilibatkan, siswa tidak aktif, tidak serius, mengantuk, jenuh mendengar penjelasan guru dan masih kurangnya minat belajar siswa.

Baca juga:  Eksistensi Kepala Sekolah dalam Membangun Manajemen Sekolah saat Pandemi

Hal tersebut di atas disebabkan guru belum menguasai teknik, pendekatan, serta metode pengajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru menyampaikan informasi berupa konsep, prinsip atau keterampilan matematika. Sementara siswa tidak kreatif dan pasif menerima informasi tersebut. Akibatnya interaksi antara guru dan siswa kurang lancar.

Oleh sebab itu, guru dituntut memilih model pembelajaran yang dapat menarik minat siswa, sehingga dapat terlibat aktif dalam pembelajaran. Mereka kurang termotivasi sehingga minat belajar sangat rendah. Jika keadaan tersebut dibiarkan, mengakibatkan rendahnya mutu pendidikan khususnya bidang studi matematika.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, sangat dibutuhkan suatu strategi pembelajaran yang dapat membangun minat, interaksi dan keaktifan siswa serta dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Bisa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) yang dikembangkan oleh Slavin. Tipe ini mengombinasikan keunggulan kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Ciri khas tipe TAI ini, setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru. Hasil penelitian Jandril (2012:55) adalah, “hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih baik dari hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada materi tertentu.”

Baca juga:  Belajar Integrasi Nasional Asyik melalui Metode Snowball Throwing

Terbukti, ketika guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dalam materi Integral dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XII di SMK Negeri H Moenadi Ungaran yang belum maksimal dalam hal pemahaman materi tentang Integral dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Caranya, guru memberikan contoh soal kepada siswa yang masih belum paham materi Integral. Kemudian menjelaskan runtutan caranya. Setelah itu, siswa diminta mengerjakan ulang soal Integral tanpa bantuan guru. Dalam hal ini siswa diberikan beberapa soal latihan agar pemahamannya dapat maksimal.

Tujuan mempelajari matematika di sekolah adalah merangsang peserta didik agar mampu berpikir logis, analisis, sistematis, kritis dan kreatif, serta mampu bekerja sama. Mengingat pentingnya matematika dalam berbagai bidang kehidupan, maka perlu diperhatikan mutu pengajaran bidang studi matematika. Disini tentunya guru memegang peranan penting dalam menyampaikan ilmu matematikanya kepada anak didik agar mereka mampu mengatasi semua masalah di dalam matematika yang diajarkan di sekolah. Hasil yang didapat, beberapa siswa dapat paham secara konsep maupun praktik dan secara signifikan meningkatkan prestasi belajarnya di bangku kelas XII. (pg1/ida)

Baca juga:  Strategi “Bijak” Tingkatkan Pemahaman Perkembangbiakan Tumbuhan

Guru Matematika SMK Negeri H Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya