alexametrics

Tingkatkan Minat, Motivasi, dan Hasil Belajar IPS Siswa dengan Metode Jigsaw

Oleh : Jaka Sutapa, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dunia pendidikan sekarang ini ditandai dengan suatu pembaharuan dan transformasi pemikiran tentang hakikat pembelajaran sebagai suatu proses yang aktif, interaktif/partisipatif, dan konstruktif. Tujuan akhir proses pembelajaran diukur dari keberhasilan peserta didik dalam mengorganisasikan pengalamannya ,mengembangkan berpikir,mengimplementasikan ilmu dan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dituntut untuk mampu berpikir secara kritis, analisis, inovatif, dan kreatif.

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi alternatif untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu berupaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis, inkuiri, memecahkan masalah, keterampilan sosial, meningkatkan kemampuan bekerja sama, dan berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk (Diknas,2000:5).Model pembelajaran jigsaw sebagai salah satu dari model pembelajaran kooperatif yang fleksibel yang mudah diterapkan di sekolah yang banyak melibatkan aktivitas seluruh peserta didik tanpa harus ada perbedaan status dan melibatkan peran peserta didik sebagai tutor sebaya.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca melalui Reading Guide

Model pembelajaran jigsaw merupakan salah satu variasi model colaborative learning, yaitu proses belajar kelompok di mana setiap anggota kelompok menyumbangkan informasi , pengalaman, ide, gagasan, sikap, pendapat, kemampuan, dan keterampilan yang dimilikinya untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh angota kelompok. Model pembelajaran jigsaw ini terdiri atas beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Sudrajat,2008:1).

Sebagai guru IPS SMP Negeri 1 Warungasem, Kabupaten Batang , penulis menerapkan model pembelajaran dengan metode jigsaw di kelas VIII pada materi interaksi keruangan dalam kehidupan di negara-negara ASEAN. Langkah-langkah model pembelajaran jigsaw: pertama, guru membuka dengan salam,berdoa,menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan yel-yel selamat pagi, mengecek kehadiran peserta didik.
Kedua,guru menyampaikan tujuan pembelajaran,materi pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan. Ketiga, guru membentuk beberapa kelompok yang anggotanya heterogen, masing-masing kelompok anggotanya terdiri dari 4-5 orang,ini merupakan kelompok asal atau home teams.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Prosedur melalui Voice Note di Masa Pandemi

Keempat, guru memberikan bahan ajar yang menunjang proses pembelajaran yang terdiri atas beberapa bagian sesuai dengan banyaknya peserta didik dalam kelompok.Tiap anggota kelompok bertugas membahas materi tertentu dan bertanggungjawab terhadap penguasaan materi tersebut.

Kelima, guru membentuk kelompok ahli /teams ahli/expert teams yang berasal dari masing-masing anggota kelompok asal.Setelah kelompok ahli terbentuk diharapkan memahami dan menguasai materi tersebut.Setelah diskusi kelompok selesai, selanjutnya mereka kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan materi yang dipelajari kepada seluruh anggotanya /tutor sebaya.Pada akhir pembelajaran secara bersama-sama peserta didik diajak membuat kesimpulan materi yang telah diberikan dan disusul dengan evaluasi.

Keenam,sebelum proses pembelajaran ditutup guru menyampaikan refleksi dan penguatan terhadap materi yang telah dibahas secara bersama-sama serta menyampaikan rencana materi yang akan dibahas selanjutnya. Ketujuh,guru menutup proses pembelajaran dengan doa dan salam. Setelah penggunaan metode jigsaw dalam pembelajaran, penulis merasakan ada peningkatan terhadap minat, motivasi, dan hasil belajar IPS pada peserta didik . (ti2/aro)

Baca juga:  Pancasila sebagai Karakter Bangsa dalam Pilar Pendidikan

Guru IPS SMP Negeri 1 Warungasem, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya