alexametrics

Dengan Pendekatan Bermain dapat Tingkatkan Kebugaran Jasmani

Oleh : Sri Mulyati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanakan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis. Stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olahraga. Mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik.

Pendidikan jasmani merupakan media untuk pengetahuan dan penalaran, penghayatan, serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.
Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Harapan penulis terhadap peserta didik dari kelas I sampai kelas VI, SDN 02 Siwalan supaya dapat melaksanakan pembelajaran PJOK dengan baik dan tercapai standar kompetensi yang sudah dirumuskan dan disesuaikan dengan materi PJOK. Disamping itu tugas guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang efektif. Melalui pengalaman keseharian atau melihat permasalahan yang dialami selama ini maka penulis menggunakan pendekatan bermain dalam pembelajaran PJOK.

Baca juga:  Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Feature Video

Aktivitas bermain merupakan proses belajar menyesuaikan diri dengan keadaan. Dengan bermain anak akan mengenal ciri dan sifat benda-benda yang dimainkannya. Tanpa disadari bermain akan merangsang anak melakukan aktivitas gerak sehingga semua organ tubuh anak akan berkembang lebih serasi.

Menurut Sulistyo dan Basuki (dalam Sutino 2011:42) metode berasal dari kata Yunani yaitu meta yang memiliki arti ‘dari’ atau ‘sesudah’ dan bodos yang berarti ‘perjalanan’. Kedua kata tersebut dapat diartikan menjadi ‘perjalanan’, ‘mengejar’, atau ‘dari’ satu tujuan.

Oleh karena itu metode dapat didefinisikan sebagai setiap prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir. Pada penelitian, tujuan adalah data yang terkumpul dan metode adalah alatnya. Dengan kata lain metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik untuk mencapai maksud, cara kerja sistematis untuk memudahkan pelaksanaan sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Adapun permainan yang dapat diterapkan pada proses pembelajaran PJOK di sekolah antara lain : permainan lempar kejar, permainan estafet bola zig zag dan lain-lain. Menurut Bigot, dkk berpendapat bahwa permainan memiliki makna pendidikan dengan sebagai berikut : Pertama, permainan merupakan salah satu wahana anak hidup bersama atau bermasyarakat. Kedua, dalam permainan anak akan mengetahui kekuatannya, menguasai alat bermain, dan mengetahui sifat alat. Ketiga, dalam permainan anak akan mengeluarkan semua emosinya dan situasi yang diperolehnya saat itu jenis emosinya diungkapkannya serta tidak mengarah pada prestasi. Keempat, dalam permainan anak akan dibawa kesenangan. Kelima, permainan akan mendasari pada kerjasama, taat pada peraturan dan kebahagiaan dalam dunia anak.
Oleh sebab itu, dengan penerapan tersebut dari penulis berkesimpulan bahwa model pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani untuk semua jenjang pendidikan agar tingkat kebugaran jasmani siswa dapat lebih meningkat, semangat dalam belajar PJOK dan pembelajarannya sangat menyenangkan. (cr2.1/lis)

Baca juga:  Asyiknya Mengenal Karakteristik ASEAN melalui Crossword Puzzle

Guru PJOK SDN 02 Siwalan, Kec. Siwalan, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya