alexametrics

Upaya Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Berbuah Penghargaan Adiwiyata

Oleh : Yusuf, S.Pd.,M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. Guru yang kompeten dan profesional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Guru merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Keberhasilan program pendidikan melalui proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.

Permasalahan yang dihadapi penulis sewaktu menjadi kepala sekolah SMP Negeri 2 Kajen pada tahun 2013 peringkat hasil Ujian Nasional berada di peringkat 42 dari 82 SMP/ MTs di Kabupaten Pekalongan. Bahkah 3 tahun sebelumnya pernah tidak lulus mencapai 70,43 % (162 siswa) dari 230 siswa peserta UN. Rendahnya mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Kajen tidak lepas dari rendahnya target-target Standar Nasional Pendidikan. Sebagai contoh rendahnya disiplin warga sekolah, visi misi sekolah yang belum dilaksanakan dan sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai.

Baca juga:  Permudah Belajar Energi dengan Kincir Angin Kertas

Kemudian penulis menerapkan teknik analisa data kualitatif yang dilakukan secara interaktif. Pengertian penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan deskripsi kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

Dan langkah-langkah yang diterapkan penulis dalam pemenuhan Standar Nasional Pendidikan penulis fokuskan pada pemenuhan 3 SNP adalah standar kompetensi lulusan, standar sarana dan prasarana serta standar pengelolaan tersebut sebagai berikut : Pertama, kegiatan pemenuhan standar kompetensi lulusan (pembentukan karakter dan disiplin warga sekolah). Misalnya : mengadakan rapat koordinasi dengan wakil kepala sekolah dan kepala Tata Usaha, menyusun rencana tindakan untuk mengatasi rendahnya disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan warga sekolah baik siswa maupun guru dan lain sebagainya. Kedua, kegiatan pemenuhan standar sarana dan prasarana. Pemenuhan, perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana semakin diintensifkan setelah terpilih untuk mewakili Kabupaten Pekalongan berkompetisi dalam rangka sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017/2018. Ketiga, kegiatan pemenuhan standar pengelolaan. Misalnya : mengadakan IHT penyusunan kurikulum dan anggaran sekolah dengan narasumber dari Inspektorat, menertibkan SPJ BOS.

Baca juga:  Belajar IPS Sejarah dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Learning

Setelah pendekatan kualitatif diterapkan di SMPN 02 Kajen pada 2013 dengan rancangan studi kasus. Maka upaya meningkatan standar kompetensi lulusan pada peringkat nilai ujian nasional untuk sekolah dapat meningkatkan disiplin guru dan siswa. Berhasil menaikkan peringkat rata-rata nilai ujian nasional (tahun 2012/2013 Kelas IX). Dan atas kerja keras guru dan semua warga SMP Negeri 2 Kajen akhirnya untuk tahun 2018, SMP Negeri 2 Kajen satu-satunya sekolah di Kabupaten Pekalongan yang mendapat Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi untuk selanjutnya mempersiapkan diri menuju Sekolah Adiwiyata Nasional. (ti1/ton)

Kepala Sekolah SMPN 2 Paninggaran Kec. Paninggaran Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya