alexametrics

Pembelajaran Perubahan pada Benda Lebih Mudah dengan Model CLIS

Oleh : Nur Asiyah, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi pelajaran perubahan pada benda adalah salah satu materi esensial Ilmu Pengetahuan Alam di kelas enam dalam kurikulum masa pandemi covid-19. Meskipun pembelajaran masih harus secara daring bukan berarti siswa hanya diberi teks bacaan dan tugas menjawab pertanyaan sesuai materi yang diberikan saja. Model pembelajaran yang dipilih untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang perubahan pada benda di SD Negeri 01 Sumubkidul adalah model pembelajaran Children Learning in Science (CLIS).

Model pembelajaran CLIS adalah kerangka berpikir untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa dalam kegiatan pengamatan dan percobaan dengan menggunakan LKS. Model pembelajaran CLIS bertujuan membentuk pengetahuan (konsep) ke dalam memori siswa agar konsep tersebut dapat bertahan lama, karena model pembelajaran CLIS memuat sederetan tahap-tahap kegiatan siswa dalam mempelajari konsep yang diajarkan.

Baca juga:  Usir Bosan Saat KBM dengan Game Senam Otak

Menurut Driver (1988) Tahapan-tahapan model pembelajaran CLIS adalah sebagai berikut: Pertama, orientasi, pada tahap ini guru memusatkan perhatian siswa dengan menanyakan tentang fenomena alam yang sering dijumpai siswa pada kehidupan sehari-hari yang ada kaitannya dengan meteri yang akan diajarkan. Kedua, pemunculan gagasan awal, pada tahap ini guru mengungkap konsepsi awal siswa dengan menghadapkan siswa pada suatu permasalahan yang mengadung teka-teki. Ketiga, penyusunan gagasan, tahap ini terdiri dari pengungkapan dan pertukaran gagasan, perubahan situasi konflik,kontruksi gagasan baru,dan evaluasi. Siswa diberikan LKS dan melakukan kegiatan belajar dalam kelompok secara berdiskusi dan bertukar gagasan untuk menjawab pertanyaan dan masalah dalam LKS. Keempat, penerapan gagasan, pada tahap ini siswa menjawab pertanyaan yang disusun dalam LKS untuk menerapkan kosep ilmiah mengenai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, kaji ulang perubahan gagasan, pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran yang telah diperoleh.

Baca juga:  Peningkatan Hasil Belajar Otomotif Melalui Think Square Share

Adapun karakteristik model pembelajaran CLIS antara lain: dilandasi oleh pandangan konstruktivisme, pembelajaran berpusat pada siswa, melakukan aktifitas hands on/minds on, dan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar. Faktor-faktor penting dalam pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran CLIS ini adalah: menciptakan situasi belajar terbuka dan memberikan kebebasan pada siswa dalam mengemukakan ide atau gagasan, memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya pada teman atau gurunya, kemudian pada akhir kegiatan pembelajaran guru menjelaskan konsep-konsep ilmiah untuk menghidari miskonsepsi pada siswa dan memberikan tugas perorangan yang dikerjakan siswa di rumah berupa PR sebagai penerapan konsep.

Dengan menggunakan model pembelajaran CLIS pada materi perubahan pada benda muatan pelajaran IPA maka banyak manfaatnya antara lain : gagasan siswa lebih mudah dimunculkan, membiasakan siswa untuk belajar mandiri dalam memecahkan suatu masalah, menciptakan kreatifitas siswa untuk belajar sehingga tercipta suasana kelas yang lebih nyaman dan kreatif, terjadi kerjasama sesama siswa dan siswa terlibat langsung dalam melakukan kegiatan, menciptakan belajar yang lebih bermakna karena timbulnya kebanggaan siswa menemukan sendiri konsep ilmiah yang dipelajari dan guru mengajar akan lebih efektif karena dapat menciptakan suasana belajar yang aktif. (ti1/ton)

Baca juga:  Meningkatkan Kerja Sama Siswa dengan Pembelajaran Model Scrambel

Guru SD Negeri 01 Sumubkidul, Sragi, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya