alexametrics

Metode Peer Teaching Motivasi Siswa Memahami Perbandingan BilBul

Oleh: Komariyah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran matematika sebenarnya bukan pelajaran yang sulit. Sebaliknya materi pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sangat menyenangkan dan mudah. Bagi yang suka dengan matematika, mereka akan bersemangat ketika mengikuti pelajaran matematika, sebaliknya bagi mereka yang dari awal tidak memahami akan mengalami kesulitan, dan mereka akan cenderung usil bahkan berperilaku hiperaktif.

Sebagai seorang guru tentunya menginginkan pembelajaran dapat diterima siswa dengan hasil pembelajaran yang melampaui KKM. Oleh karena itu dengan segala upaya, guru mencari strategi untuk mencapai ketuntasan dalam hasil belajar. Hal ini terjadi pada kelas VI SDN 1 Ngilir kecamatan Kendal kabupaten Kendal. Ketika pembelajaran matematika pada materi perbandingan bilangan bulat banyak siswa mengalami kesulitan dalam menghitung perbandingan, hal ini dikarenakan siswa memiliki kemampuan intelektual yang berbeda. Sebagai guru kelas VI SDN 1 Ngilir kecamatan Kendal mencoba menerapkan Metode Tutor Sebaya (Peer Teaching) dalam memahami materi perbandingan matematika.

Baca juga:  Segitiga JKW Mudahkan Siswa Menghitung Kecepatan Rata-Rata dan Skala

Menurut Hamzah B. Uno (2011: 23), motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain: adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif. Menurut (Moh. Surya, 1985:213), tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang murid yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu murid-murid tertentu yang mengalami kesulitan belajar. Bantuan yang diberikan oleh teman sebaya pada umumnya dapat menghasilkan hasil yang lebih baik.

Langkah-langkah penerapan Metode Tutor Sebaya (Peer Teaching) sebagai berikut: 1) Melakukan seleksi terhadap pemilihan seorang tutor diantara murid. Murid tersebut lebih pandai dan cakap dalam berkomunikasi dengan murid lainnya; 2) Membagikan beberapa kelompok pembelajaran dan jangan dibuat terlalu besar jumlah kelompoknya. Dalam satu kelompok dipilih seorang yang menjadi tutornya; 3) Sebelum tutor menyampaikan materinya, guru juga harus mempersiapkan berbagai hal kepada tutor sebaya yang dipilih. Sehingga saat penyampaian materi tidak menyimpang dalam topik pembahasan; 4) Guru menjelaskan kepada semua murid tujuan pembelajaran metode tutor sebaya. Karena saat para murid ingin bertanya, maka mereka akan bertanya pada tutor yang sudah dipilih. Dan fungsi guru hanya mengarahkan bersikap sebagai fasilitator; 5) Memilih topik pembahasan yang sesuai dengan kemampuan tutor sebaya. Karena bila topik pembahasan tidak dikuasai oleh tutor sebaya otomatis murid-murid yang lain juga tidak akan mengerti dan metode pengajaran tutor sebaya dianggap gagal; 6) Memberikan reward kepada kelompok dan tutor yang terbaik dalam menyampaikan dan membahas permasalahan yang lebih dahulu disiapkan.

Baca juga:  Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Menyenangkan dengan Model Konstruktivisme

Setelah guru Menggunakan Metode Tutor Sebaya di kelas VI SDN 1 Ngilir, kegiatan Belajar mengajar menjadi lebih hidup. Siswa lebih bersemangat dalam bekerja sama serta siswa mencapai hasil yang maksimal. Murid yang takut bertanya pada guru menjadi lebih berani bertanya pada tutor sebaya yang merupakan sahabat mereka sendiri. Di samping itu tutor sebaya dapat melatih para siswa yang menjadi tutor menjadi lebih bersabar dalam menghadapi berbagai persoalan dan pertanyaan dari temannya serta menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi terhadap temannya. (ti1/ton)

Guru SDN 1 Ngilir kecamatan Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya