alexametrics

Asyiknya Belajar Makna Iman pada Rasul dengan Metode STAD

Oleh : Rokhini,S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengajar dengan menciptakan kelas menyenangkan memang bukan perkara mudah seperti yang dialami penulis di SD Negeri 01 Bulaksari dalam mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV (empat). Melihat kenyataan itu penulis melakukan penerapan metode yang dipandang mampu menciptakan kelas mengasyikan yaitu metode yang dikenal STAD. Metode ini dipercaya menarik pada pembelajaran materi Makna iman pada Rasul Allah.

STAD (Student Teams Achievement Division) adalah model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert Slavin, dkk. di Universitas John Hopkins pada tahun 1995. Menurut Slavin (2005: 143), model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang paling sederhana dan paling tepat digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pendekatan dengan pembelajaran kooperatif. Menurut Trianto (2009: 68) pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 siswa secara heterogen, yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.

Baca juga:  Metode Inkuiri Terbimbing dengan Video Mudahkan Pembelajaran

Slavin (2005: 12-13) mengemukakan terdapat tiga konsep penting dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu Penghargaan kelompok, yang akan diberikan jika kelompok mencapai kriteria yang ditentukan, Tanggung jawab individual, bermakna bahwa kesuksesan tim bergantung pada pembelajaran individual dari semua anggota tim, dan kesempatan sukses yang sama, bermakna bahwa semua siswa memberi kontribusi kepada timnya dengan cara meningkatkan kinerja mereka dari yang sebelumnya.

Pada pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV (empat) materi Makna iman kepada Rasul Allah memiliki kompetensi dasar pada ranah pengetahuan memahami makna iman kepada Rasul Allah dan pada ranah ketrampilan mencontohkan makna iman kepada Rasul Allah. Indikator pencapaiannya siswa mampu memahami makna iman kepada Rasul Allah, siswa mampu menceritakan dan menyebutkan contoh makna iman kepada Rasul Allah.

Baca juga:  Hafal Ayat Cepat Strategi MH2T Hebat

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran materi makna iman pada Rasul Allah dikelas IV (empat) sebagai berikut: Pertama, menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Kedua, menyajikan informasi, guru menyampaikan materi makna iman pada Rasul Allah kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bacaan. Ketiga, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Keempat, membimbing kelompok bekerja dan belajar, guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Kelima, evaluasi. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing kelompok mempersentasikan hasil kerjanya. Terakhir, memberikan penghargaan. Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Baca juga:  Belajar Energi dan Perubahannya melalui Pembelajaran Berbasis Proyek

Berdasarkan pengamatan penulis, pembelajaran dengan metode STAD ini sangat baik untuk diterapkan karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah, memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah, mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi. (ti2/ton)

Guru PAI SD Negeri 01 Bulaksari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya