alexametrics

Pembelajaran Kombinasi Mengatasi Kendala Belajar Daring di Daerah Pinggiran Kabupaten Pekalongan

Oleh : Giyono, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masih berkepanjangannya pandemic Covid-19,membawa dampak yang luar biasa terhadap semua sektor kehidupan. Tak terkecuali sektor pendidikan.Terhitung sejak Senin, 16 Maret 2020 sampai dengan sekarang ini, pembelajaran dengan tatap muka di sekolah ditiadakan. Selanjutnya pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran di sekolah dilakukan dengan metode belajar jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet, yang kemudian dikenal dengan istilah yang kini sangat popular yakni daring atau belajar Online.

Pada awalnya pelaksanaan belajar daring ini belum menimbulkan masalah. Namun, setelah berjalan sekian waktu, belakangan bermunculan lah berbagai kendala dan masalah di lapangan, terkait dengan pembelajaran daring ini.

Untuk daerah-daerah yang ditunjang dengan infrastruktur memadai, mungkin pembelajaran daring tidak banyak memunculkan masalah. Di samping tersedianya jaringan internet yang memadai, para peserta didikpun sudah tidak asing lagi dengan gadget pintar/HP android.

Namun apa jadinya dengan daerah-daerah pinggiran yang belum tersentuh jaringan internet. Seperti yang terjadi di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Yakni Petungkriyono, Paninggaran, Lebakbarang, dan Kandangserang. Jangankan jaringan internet, sinyal HP pun sangat sulit untuk mendapatkannya.Bahkan masih dijumpai daerah yang nol sinyal alias blank spot.

Baca juga:  Alat Peraga yang Ramah Lingkungan bagi Pendidik Anak Usia Dini

Hal inilah yang kemudian menimbulkan masalah lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran daring. Mungkin sinyal masih bisa dicari, namun ada siswa yang belum memiliki telepon pintar/HP android. Mungkin sinyal ada, telepon pintar sudah pegang, namun kuota internet tidak mampu beli.

Dengan melihat kondisi nyata di lapangan, maka pembelajaran daring sulit untuk diwujudkan seratus persen. Dengan pertimbangan bahwa peserta didik harus tetap mendapatkan layananan pendidikan yang memadai dan setara, maka perlu kiranya dicarikan solusi yang tepat untuk mengatasinya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mengombinasikan belajar daring dengan pembelajaran tatap muka terbatas. Artinya peserta didik tetap bejajar dari rumah (BDR), namun bagi peserta didik tertentu dimungkinkan untuk bertatap muka dengan guru. Baik di rumah maupun di sekolah, walaupun harus dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Gugus Covid-19. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah “pembelajaran kombinasi.“

Baca juga:  Menumbuhkan Kesadaran Prokes Sejak Usia Dini dengan Metode Berkisah

Apa yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan pembelajaran kombinasi adalah sebuah upaya agar pelayanan pendidikan di masa pandemi ini tetap dapat dilakukan dan dirasakan oleh semua peserta didik.Walaupun ada pembelajaran “tatap muka terbatas”, namun faktor kesehatan tetap dinomorsatukan. Baik kesehatan guru, peserta didik, maupun orang tua dan keluarga peserta didik.

Mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala dan masalah yang dihadapi oleh sebagian peserta didik di daerah “khusus“ di wilayah Kabupaten Pekalongan.Yang karena keterbatasannya belum dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Disamping itu pembelajaran tatap muka terbatas ini bisa memberikan dampak positif secara psikologi. Di mana peserta didik tetap bisa merasakan sekolah yang nyata dan bisa menumbuhkan sikap melu handarbeni (ikut merasa memiliki) terhadap guru dan sekolahnya.
Akhirnya, bagaimanapun kondisi yang ada saat ini, kita tidak boleh menyerah. Dengan semboyan bersama kita bisa lawan korona, kita yakin keadaan akan segera membaik. Kesehatan tetap nomor satu, namun pendidikan tak boleh berhenti. Semoga kondisi bangsa kita segera kembali normal tanpa embel-embel new dan kekhawatiran lagi. Sehingga dunia pendidikan dapat beraktivitas dan berjalan normal tanpa rasa waswas. (bw1/lis)

Baca juga:  Belajar Daring berselimut kabut

Pengawas SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya