alexametrics

Gallery of Learning Tingkatkan Hasil Belajar Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela

Oleh: Ilmiyati, S.Pd.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tidak jarang biasanya berlangsung monoton, siswa tidak bersemangat, sebagaian siswa ramai sendiri, ada juga yang mengantuk, tak jarang siswa asyik bermain sendiri, bersendagurau dengan teman sebelahnya. Oleh karena itu penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

Materi yang dipelajari dalam pembelajaran Akidah Akhlak kali ini adalah berkenaan dengan pokok bahasan akhlak terpuji dan akhlak tercela. Akhlak terpuji meliputi : Zuhud dan Tawakal. Akhlak tercela meliputi : ananiah, Ghadab, Hasad, Ghibah, dan Namimah. (Siti Ainun Zara,2016:18)

Berdasarkan pengamatan di lapangan yang dilakukan oleh guru proses pembelajaran di sekolah SMP Negeri 4 kajen Kab Pekalongan, metode yang digunakan yaitu dengan metode ceramah dan penugasan dengan menggunakan buku LKS, jadi siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Permasalahan siswa yang cukup komplek, yaitu ada beberapa siswa yang memiliki karakter dan perlu pendekatan khusus dalam memotivasi agar semangat dalam belajar. Adapun permasalahan siswa yang tidak masuk kelas, siswa yang mengerjakan tugas kurang teliti (tergesa- gesa), siswa kurang fokus dalam belajar, banyak siswa yang mengantuk, ngobrol sendiri, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru. Dengan demikian pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif. Selain itu keterbatasan media yang digunakan guru, sehingga siswa merasa bosan dan cenderung cuek.

Baca juga:  Belajar IPS melalui Science Edutainment Berbantuan Media Wordwall Game

Melihat kendala dan masalah yang terjadi di sekolah tersebutguru mencoba mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran, dan belajar dari pengalaman sendiri. Mempraktikkan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran, dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu (Wiriaatmadja 2005:13). Sehingga dengan penerapan metode Gallery Of Learning mampu memberi perubahan terhadap mutu pembelajaran. Sehingga menumbuhkan semangat siswa untuk lebih semangat lagi dalam pembelajaran PAI dan Budi pekerti. Metode Gallery Of Learning merupakan suatu metode Aktif Learning . Gallery of learning (gallery belajar).

Langkah-langkah pembelajaran Gallery Of Learning yang dilakukan oleh guru adalah: Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 2 sampai 4 orang. Memberikan kertas karton/plano kepada setiap kelompok. Menentukan topik atau tema pelajaran. Memerintahkan tiap kelompok untuk mendiskusikan apa yang didapatkan oleh para anggotanya dari pelajaran yang mereka ikuti. Memerintahkan mereka untuk membuat sebuah daftar pada kertas yang telah diberikan yang berisi hasil pembelajaran dan memerintahkan juga untuk memberi judul atau menamai daftar tersebut. Memerintahkan setiap kelompok untuk menempel hasil kerjanya didinding. Memerintahkan mereka untuk berputar mengamati hasil kerja kelompok lain. Mintalah salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan kelompok lain. Meminta salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap kerja kelompok lain. Memberikan klarifikasi dan penyimpulan.

Baca juga:  Strategi Pembelajaran Online IPS Tingkatkan Efektivitas Belajar Siswa

Setelah pembelajaran selesai dan diadakan refleksi terdapat kelebihan dan kelemahan nya. Diantara kelebihannya adalah: Siswa terbiasa membangun budaya kerja sama memecahkan masalah dalam belajar. Terjadi sinergi saling menguatkan pemahaman terhadap tujuan pembelajaran. Membiasakan siswa bersikap menghargai dan mengapresiasi hasil belajar temannya. Mengaktifkan fisik dan mental siswa selama proses belajar. Membiasakan siswa member dan menerima kritik. Siswa tidak terlalu menguntungkan pada guru, akan tetapi dapat membantu menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.

Kelemahan yang terdapat pada pembelajaran ini adalah: Terjadi sebagian siswa menggantungkan kerja kelompoknya. Guru perlu ekstra cermat dalam memantau dan menilai keaktifan individual dan kolektif. Pengaturan setting kelas yang lebih rumit. Dalam upaya membanggakan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang. (ti2/zal)

Baca juga:  Bercerita dapat Tanamkan Karakter Menghargai Keberagaman dalam Pembelajaran PPKn

Guru SMPN 4 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya