alexametrics

Muasabah Diri Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Empati Terhadap Kedua Orangtua

Oleh : Wiwik Widyoretno, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Agama Islam dalam bidang Akhlaq adalah untuk mewujudkan Akhlaq siswa berbudi pekerti luhur. Pada materi pembelajaran kelas VII yang membahas tentang empati kepada kedua orang tua diharapkan guru dapat menyampaikan materi yang bisa mengena di hati para siswa.

Pada kenyataannya bukan hal yang mudah untuk membuat hati siswa tersentuh dan mereka dapat menyadari bahwa berempati terhadap kedua orang tua merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai usaha untuk menjadi anak yang birrul walidain secara sempurna. Banyak siswa yang ketika pembelajaran berlangsung mereka menyadari pentingnya berempati terhadap kedua orang tua, namun ketika proses pembelajaran selesai mereka kembali ke kebiasaan semula yang kurang berempati terhadap kedua orang tuanya. Dari permasalah tersebut maka dipilih metode yang bisa menyentuh hati mereka yaitu dengan metode muasabah diri.

Baca juga:  Demonstrasi Tingkatkan Semangat dan Prestasi Belajar

Metode Muhasabah diri ini dapat pula disebut sebagai metode mawas diri. Maksudnya adalah meninjau ke dalam, ke hati nurani guna mengetahui benar tidaknya, bertanggung jawab tidaknya suatu tindakan yang telah diambil. Tahap integrasi diri ini perlu diikuti dengan transformasi diri dengan latihan-latihan agar manusia menemukan identitas baru, ego baru, dan diakhiri dengan partisipasi manusia dalam kegiatan Ilahi.

Secara teknik psikologis, usaha tersebut dapat dinamakan instrospeksi yang pada dasarnya merupakan cara untuk menelaah diri agar lebih bertambah baik dalam berperilaku dan bertindak, atau merupakan cara berpikir terhadap segala perbuatan, tingkah laku, kehidupan, kehidupan batin, pikiran, perasaan, keinginan, pendengaran, penglihatan dan segenap unsur kejiwaan lainnya (Abdullah Hadziq, Rekonsiliasi Psikologi Sufistik dan Humanistik; Semarang: Rasail, 2005, h. 30).

Baca juga:  Peningkatan Ketrampilan Speaking dengan Lagu dan Film

Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode ini langkah pertama, siswa diminta untuk merenungi dan mengenali diri sendiri. Siswa diminta untuk mengingat kembali perilaku-perilaku yang telah mereka perbuat kepada kedua orang tua selama ini baik yang baik maupun yang kurang baik. Setelah siswa mulai meresapi semuanya maka mereka diminta untuk menuliskan beberapa peristiwa yang menggambarkan betapa kedua orang tua betul-betul menyayangi dan sanggup melakukan apa saja demi anak-anaknya. Dalam melaksanakan itu mereka juga diminta untuk mengingat kembali sikap mereka dalam memperlakukan kedua orang tua. Mereka diminta untuk menilai sikap mereka masing-masing, apakah sudah baik atau belum sampai mereka menyadari akan rasa empati yang timbul untuk kedua orang tua. Biasanya anak-anak akan menangis jika mereka sudah menyadari akan kesalahan-kesalahan mereka yang pernah di perbuat kepada kedua orang tua. Setelah tahapan ini guru mulai memberikan ilustrasi-ilustrasi tentang jasa jasa kedua orang tua yang akan menumbuhkan rasa empati kepada kedua orang tua.

Baca juga:  Supervisi Manajerial Pengawas Kekepan, Pentingnya Renstra Madrasah

Berkaitan dengan metode muasabah ini di laksanakan di SMP N 1 Kedungwuni dan setelah melalui tahapan-tahapan dari metode tersebut dapat disimpulkan bahwa metode muasabah diri dalam pembelajaran materi empati terhadap kedua orangtua terbukti sangat efektif hal ini di buktikan dari beberapa orang tua wali murid yang melaporkan bahwa anak mereka menampakan perkembangan yang baik dalam berlaku kepada kedua orang tuanya. Metode pembelajaran muasabah ini memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami materi tentang emapti dan dapat memberikan siraman rohani bagi siswa untuk berusaha menjadi anak-anak yang saleh dan salihah. (ti2/ton)

Guru SMP Negeri 1 Kedungwuni

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya