alexametrics

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Tematik Menggunakan Media Video

Oleh: Khoirul Huda, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PELAKSANAAN pembelajaran tematik terpadu sesuai kurikulum 2013 merupakan upaya pemerintah untuk mengembangkan kemampuan siswa secara serentak dimana terdapat penggabungan beberapa muatan pelajaran menjadi satu dalam penyampaiannya. Standar isi kurikulum 2013 yang dijelaskan pada Lampiran Permendikbud No 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi, yaitu standar isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional dalam domain sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, serta keterampilan.

Fakta pelaksanaan pembelajaran tematik di SD Negeri 02 Dadirejo ditemukan bahwa ada beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, yaitu guru masih kesulitan membuat instrumen penilaian unjuk kerja, produk, dan tingkah laku, sehingga cenderung lebih suka menggunakan penilaian tertulis. Bahan ajar tematik masih bersifat nasional sehingga beberapa materi kurang sesuai dengan kondisi lingkungan belajar siswa. Guru kelas dapat menggunakan model webbed yakni pembelajaran yang menggunakan suatu tema sebagai dasar pembelajaran dalam berbagai disiplin muatan pelajaran. Lingkungan sekolah masih standar dan sarana teknologi sangat kurang. Jadwal yang menggunakan muatan pelajaran menyulitkan guru dalam memadukan berbagai muatan pelajaran secara fleksibel.

Baca juga:  Tak Sulit Menyelesaikan Soal Cerita pada Matematika

Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di, diterapkanlah model pembelajaran tematik berbantuan media audio visual sehingga dapat meningkatkan Kompetensi Belajar peserta didik. Selain hal tersebut, peneliti akan menerapkan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik untuk mendukung peningkatan Kompetensi Belajar siswa. Penerapan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik tersebut sesuai dengan ketentuan dalam kurikulum 2013. Strategi peningkatan efektivitas pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang mengedepankan pada pengalaman personal melalui observasi, bertanya, mengasosiasi, menyimpulkan, mengkomunikasikan, dan sebagainya. Penilaian ditekankan pada penilaian kemampuan proses, pengetahuan, dan sikap, serta kemampuan menilai diri sendiri (Kemendikbud, 2013).

Langkah-langkah pembelajaran tematik menggunakan media video pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, sehingga didapatkan gambaran proses pembelajaran sebagai berikut: Mengajaksemua siswaberdoa sesuai agama dan kepercayaanya. Guru melakukan apersepsi dan memotivasi siswa untuk belajar. Guru menginformasikan tema dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Siswa bmelaksanakan tes awal. Guru menyampaikan materi tema. Siswa dibagi menjadi 8 kelompok. Siswa mendengarkan petunjuk penggunaan video pembelajaran dari guru. Siwa melakukan pembelajaran menggunakan media video pembelajaran. Siswa bertanya jawab mengenai materi temayang disampaikan dalam video pembelajaran. Siswa berdiskusi sesuai tugas dan kelompoknya masing-masing. Siswa menyampaikan hasil diskusi kelompok. Siswa mengerjakan so’al. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran tema yang telah dipelajari. Guru memberikan so’al evaluasi. Mengajak semua siswa berdo’a untuk mengakhiri pembelajaran.

Baca juga:  Kurikulum Merdeka Optimalkan Pembelajaran yang Menarik, Menyentuh, dan Relevan

Video pembelajaran merupakan media yang memberikan contoh langsung kepada siswa secara visual. Sehingga siswa akan dengan mudah memahami sebuah materi. Dengan video pembelajaran, siswa dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktik sesuai yang di ajarkan dalam video. Kelebihan video pembelajaran diantaranya: Video merupakan media yang efektif karena ukuran tampilan video yang sangat fleksibel dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Video juga merupakan bahan ajar non cetak yang menyajikan banyak informasi ke hadapan siswa secara langsung. Kemampuan video dalam memvisualisasikan materi lebih efektif untuk membantu guru menjelaskan materi yang bersifat dinamis. Siswa akan dengan mudah mengingat materi yang disajikan. Dapat memotivasi siswa untuk melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses yang di visualisasikan video.

Baca juga:  Meningkatkan Disiplin Siswa Masuk Sekolah melalui Layanan Bimbingan Kelompok

Kekurangan media video pembelajaran, yaitu: Tayangannya tidak dapat menampilkan obyek sampai yang sekecil- kecilnya. Tidak dapat menampilkan obyek dengan ukuran yang sebenarnya. Gambar yang diproyeksikan video umumnya dua dimensi. (bp2/zal)

Guru SDN 02 Dadirej, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya