alexametrics

Paham Matematika dengan Matematika Realistik (MR)

Oleh : Fitri Iriyanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika dianggap sebuah pelajaran yang sulit bagi sebagian siswa. Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak, artinya objek matematika berada dalam alam pikiran manusia, sedangkan realisasinya dengan menggunakan benda-benda yang berada disekitar kita. Sifat abstrak ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Banyak siswa menganggap bahwa matematika itu sulit. Selama ini guru seakan – akan menjadi pemegang kekuasaan secara penuh di kelas. Guru sebagai objek dan siswa sebagai objek. Pembelajaran terjadi satu arah, siswa hanya sebagai penerima materi saja.

Pembelajaran matematika di kelas IV SD N Wringingintung 01 masih didominasi oleh guru. Guru memberikan materi dengan metode ceramah. Pada akhir penyampaian materi guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang kepahaman siswa, sebagaian besar siswa tidak menjawab. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya namun siswa diam. Pada akhir pembelajaran gurumemberikan soal latihan kepada siswa dan siswa diminta mengerjakannya.

Baca juga:  Pentingnya Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam PTM Terbatas

Berdasarkan hasil fakta di kelas IV SD Negeri Wringingintung 01, maka perlunya penerapan pendekatan pembelajaran yang tepat sebagai proses pembelajaran matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran matematka yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah pendekatan Matematika Realistik (MR). Pembelajaran Matematika Realistik (MR) memberikan kesempatan siswa untuk menemukan kembali dan mengkontruksi konsep-konsep matematika pada masalah realistik yang diberikan oleh guru. Situasi realistik dalam masalah memungkinkan siswa menggunakan cara-cara informal (cara mereka sendiri dengan pengalaman) untuk menyelesaikan masalah.

Seperti yang dikatakan Zulkardi (2001 : 1) bahwa Realistic Mathematic Education (RME) atau pendekatan matematika realistik adalah teori pembelajaran yang bertitik tolak dari hal-hal real. Realistic dalam hal ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas tetapi pada sesuatu yang dapat dibayangkan oleh siswa, Prinsip penemuan kembali dapat diinspirasi oleh prosedur prosedur pemecahan informal, sedangkan proses penemuan kembali menggunakan konsep matematisasi.

Baca juga:  Penerapan Blended Learning Flipped Classroom pada Bangun Ruang Sisi Datar

Wahyudi dan Kriswandani (2007 : 52) mengemukakan bahwa langkah-langkah pembelajaran dalam pendekatan matematika realistic adalah sebagai berikut : Pertama, memahami masalah/soal konteks, guru memberikan masalah/persoalan kontekstual dan meminta peserta didik untuk memahami masalah tersebut. Kedua, guru menjelaskan masalah kontekstual, langkah ini dilakukan apabila ada peserta didik yang belum paham dengan masalah yang diberikan. Ketiga, menyelesaikan masalah secara kelompok atau individu. Keempat, membandingkan dan mendiskusikan jawaban. Guru memfasilitasi diskusi dan menyediakan waktu untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban dari soal secara kelompok.

Hasil dari penerapan pendekatan matematika realistic adalah siswa tidak hanya mudah mengusai konsep dan materi pelajaran namun juga tidak cepat lupa dengan konsep dan materi yang telah diperolehnya. Pendekatan ini tepat diterapkan dalam mengajarkan konsep konsep dasar supaya siswa mampu meningkatkan kemampuan berfikrnya yang akhirnya bermuara pada meningkatnya hasil belajar siswa. (bp1/ton)

Baca juga:  Optimalkan WAG Tingkatkan Hasil Belajar di Rumah

Guru kelas IV SDN Wringingintung 01, Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya