alexametrics

Cedera dan Olahraga

Oleh : Adhi Kurniawan, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dunia pendidikan SMK tidak hanya membahas tentang buku di ruang kelas saja tetapi ada pelajaran luar ruangan, salah satunya Penjaskes atau yang biasa disebut pelajaran olahraga. Kesempatan satu kali dalam seminggu ini tentunya membawa banyak manfaat bagi siswa SMKN 3 Jepara. Selain untuk merefresh dari kepenatan pelajaran di kelas, olahraga juga bermanfaat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.

Pendidikan jasmani memang memiliki manfaat, yaitu untuk mendorong siswa dalam mengembangkan keterampilan motorik, kemampuan fisik, sikap sportifitas, dan juga mampu menjadi olahraga rekraetif yang bisa sedikit menghilangkan penat setelah pelajaran di dalam kelas. Pelajaran penjas selalu dinanti-nantikan bagi beberapa siswa, dan terkadang begitu melihat bola atau peralatan olahraga ingin segera mencoba praktik tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Hal ini dapat mengakibatkan cedera. Olahraga mengandung unsur gerakan yang terstruktur sehingga sebelum melakukan olahraga kita harus berpikir tentang gerakan yang akan kita digunakan untuk melakukan olahraga tertentu.
Menurut Graha dan Priyo (2009:45) cedera atau trauma adalah kelainan yang terjadi pada tubuh yang mengakibatkan timbulnya nyeri, panas, merah, bengkak dan tidak dapat berfungsi dengan baik pada otot, tendon, ligamen, persendian, maupun tulang akibat aktifitas gerak yang berlebihan atau kecelakaan.

Baca juga:  Belajar PAI Asik dengan Scramble

Cedera olahraga terjadi karena ketidakmampuan jaringan otot (otot, persendian, tendon, kulit ) dan organ tubuh lainnya dalam menerima beban latihan pada saat berolahraga, baik beban berulang yang terjadi secara terus menerus atau beban langsung akibat trauma.

Cedera olahraga semakin meningkat seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan dan umur. Namun sayangnya peningkatan aktivitas olahraga tanpa disertai pengetahuan yang baik dan benar tanpa proses pemanasan, penggunaan peralatan yang sesuai dengan kondisi fisik yang dimiliki dan penyesuaian olahraga dengan usia.
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan cedera olahraga antara lain

kurang pemanasan (warming up) atau peregangan (stretching). Pemanasan bertujuan untuk meningkatkan suhu badan dan tubuh siap untuk dibebani dengan gerakan-gerakan olahraga. Stretching atau peregangan bertujuan untuk melemaskan anggota tubuh, sehingga pada saat memasuki olahraga otot dan persendian sudah lentur. Dan biasanya siswa ketika sudah memasuki lapangan melihat bola langsung memainkan tanpa melakukan pemanasan terlebuh dahulu.

Baca juga:  Kenalkan Permainan Tapak Gunung melalui Video Pembelajaran PJOK

Kemudian faktor usia. Semakin banyak usia seseorang maka harus lebih berhati-hati dalam melakukan olahraga. Melakukan olahraga yang terlalu memforsir tenaga dapat menyebabkan timbulnya cedera.

Padatnya jadwal olahraga, ini juga dapat menyebabkan risiko timbulnya cedera. Karena otot yang digunakan aktivitas belum kembali pulih sudah digunakan untuk aktivitas tinggi. Intensitas latihan yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan timbulnya cedera.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati cedera, biasanya diawali dengan melakukan metode “RICE” yaitu Rest ( istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera), Ice (letakkan bungkusan es /ice pack pada bagian tubuh yang mengalami cedera selama 20 menit, 4 – 8 kali sehari), Compression (balut bagian tubuh yang mengalami cedera dan ditekan agar tidak terjadi pembengkakkan), dan Elevation (tinggikan posisi bagian tubuh yang mengalami cedera agar transportasi aliran darah kembali lancar).

Baca juga:  Pembelajaran Materi Histologi Asyik dengan Aplikasi Sway

Hal itu bisa dilakukan untuk membantu menghilangkan rasa sakit, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan. Meskipun ada beberapa cara untuk mengatasi cedera, alangkah lebih baiknya apabila kita mencegah terjadinya cedera antara lain dengan melakukan pemanasan dengan baik sebelum melakukan olahraga. Gunakan perlengkapan olahraga yang benar, gunakan teknik yang tepat, istirahat dengan baik jangan sampai over trining. Perhatikan asupan cairan dan makanan dan jangan lupa melakukan peregangan setelah melakukan olahraga. (pai2/lis)

Guru PJOK SMKN 3 Jepara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya