alexametrics

Belajar IPS Lebih Mudah dengan Model Pembelajaran Snowball Throwing

Oleh : Nurmayanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar adalah proses pokok yang harus dilalui oleh seorang pendidik atau guru. Berhasil tidaknya suatu tujuan pendidikan bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar disajikan.

Tenaga kependidikan merupakan suatu komponen yang penting dalam pendidikan. Yang bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, mengembangkan, mengelola dan memberikan pelayanan teknis dalam pendidikan. Salah satu tenaga kependidikan adalah tenaga pengajar yang tugas utamanya adalah pengajar dan membimbing.

Awal proses yang menjadi kendala di SDN Semut pada kelas VI terutama pada materi ASEAN adalah keaktifan siswa dalam proses pembelajaran masih belum optimal. Siswa masih cenderung diam dan kurang aktif pada saat proses pembelajaran, guru cenderung menggunakan metode pembelajaran konvensional. Dikarenakan mata pelajaran IPS adalah sebagian besar materi deskriptif dan seringnya guru masih menggunakan metode ceramah. Sehingga hasil belajar rata-rata peserta didik di bawah KBM (Ketuntasan Belajar Minimal) sekolah.

Baca juga:  Penggunaan Bola Plastik untuk Meningkatkan Motivasi Pembelajaran Bola Voli

Akhirnya penulis memutuskan untuk mengubah metode atau model pembelajaran lama menjadi modern yaitu model pembelajaran snowball throwing atau melempar salju. Bila diartikan snowball throwing berarti melempar bola salju. Tentu dalam pengaplikasian ketika aktivitas belajar, model pembelajaran ini tidak benar-benar melempar salju. Tapi hanya analogi dengan cara melempar kertas yang di dalamnya terdapat sebuah pertanyaan dari siswa ke siswa lain yang menjadi target yang nantinya harus dijawab. Snowball throwing adalah salah satu model pembelajaran yang memiliki tipe aktif (active learning) dimana dalam implementasinya siswa harus terlibat secara proaktif, ini diungakpkan Asrori pada Agustina 2013.

Langkah-langkah model snowball throwing menurut Suprijono yang harus dilakukan pada antara lain : pertama, pengajar mempresentasikan materi yang sudah ditentukan sebelumnya. Kedua, guru membuat grup belajar dan siswa menentukan ketua grup yang nantinya akan ditunjuk agar menerangkan materi belajar yang sudah dipresentasikan sebelumnya. Ketiga, ketua kembali ke grup masing-masing dan menjelaskan dan mendiskusikan materi. Keempat, siswa diminta untuk menyediakan sebuah kertas yang nantinya akan ditulis sebuah soal yang berhubungan dengan materi yang telah dipresentasikan guru dan ketua grup. Kelima, kertas akan dibentuk menjadi bola, selanjutnya kertas bola tersebut dilempar ke siswa lain yang berbeda grup. Bisa dilakukan acak selama 3 menit atau lebih. Keenam, setelah selesai melempar, guru akan menunjuk sebuah grup atau siswa untuk menjawab soal yang ada di gulungan kertas. Sesi ini dilakukan secara bergantian. Ketujuh, guru akan mengadakan refleksi dan evaluasi tentang proses dan kegiatan pembelajaran. Kedelapan, guru akan melakukan aktivitas penutup.

Baca juga:  Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dengan Metode Card Sort

Setelah menerapkan model pembelajaran ini perubahan sikap dan hasil belajar siswa ada perubahan yang signifikan. Siswa bisa lebih proaktif dalam belajar dan bisa bertukar informasi atau pengetahuan antarsiswa. (fbs3/lis)

Guru Kelas VI SDN Semut, Kec. Wonokerto, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya