alexametrics

Pemaknaan Perilaku Tercermin dalam PKKS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENILAIAN Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap akhir tahun. Penilaian bertujuan menilai kinerja kepala sekolah dalam bentuk raport hasil kinerja selama satu tahun. Aktivitas kepala sekolah dinilai dalam pengelolaan sebagai manager, supervisor, maupun dalam kewirausahaan. Hasil penilaian keprofesionalan sebagai salah satu bentuk kinerja kepala sekolah.

Penilaian kepala sekolah dinilai atasan langsung oleh pengawas sekolah. Tujuan penilaian kepala sekolah setiap tahun antara lain untuk memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah dalam melaksanakan tugas. Selain itu, tujuan penilaian antara lain akan diperolehnya 1) sebuah data pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah, 2) mutu kerja kepala sekolah sebagai dasar promosi, 3) tingkat kemampuan profesional kepala sekolah, dan 4) data sebagai penentuan program umpan balik dalam pengembangan diri guna pengembangan karier profesi jabatan.

Selain itu, ada makna tersendiri dari hasil penilaian perilaku kepala sekolah. Hasil angket perwakilan guru, karyawan, tenaga laboran, komite sekolah, maupun peserta didik sebagai warga sekolah merupakan salah satu komponen penilaian kinerja kepala sekolah. Penilaian perilaku sebagai bentuk ungkapan layanan kepala sekolah terhadap warga sekolah kepemimpinan selama satu tahun. Hasil angket akan diketahui secara tersirat nyaman dan tidaknya warga sekolah terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Pendidik dan tenaga kependidikan melalui angket penilaian perilaku kepala sekolah mampu mengungkapkan isi hati dan perasaan tingkat penerimaan sebagai warga sekolah.

Baca juga:  Asyiknya WAG Tingkatkan Korona BJJ Mupel IPA

Makna PKKS

Kegiatan PKKS akan diketahui kualitas kemampuan kepala sekolah dan ketercapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) di sekolah. Perolehan manfaat untuk menentukan prestasi guna penentuan kebijakan promosi, mutasi, penghargaan, dan pembinaan kemampuan profesional serta penilaian angka kredit.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah bab IX tentang penilaian prestasi kerja kepala sekolah pasal 18 bahwa 1) penilaian prestasi kerja kepala sekolah dilakukan secara berkala setiap tahun. 2) Penilaian prestasi kerja Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Sasaran Kerja Pegawai (SKP), dan perilaku, serta kehadiran.

PKKS mempunyai nilai strategis untuk peningkatan karier jabatan kepala sekolah. Hasil PKKS tinggi mempunyai arti kinerja sebagai pimpinan profesional dan mampu membawa suatu sekolah bermutu dengan diterimanya seorang pemimpin sekolah. Kepala sekolah akan dipromosikan pada tingkat sekolah yang lebih strategis. Artinya kepala sekolah mampu ditempatkan pada suatu sekolah dengan warga sekolah baik guru, karyawan, maupun peserta didik lebih banyak dibanding sebelumnya. Beda warga sekolah akan berbeda cara mengelola sebuah lembaga pendidikan.

Baca juga:  Menghafal Aksara Jawa dengan Media Gambar

Kepala sekolah sebagai motor diharapkan mampu menggerakkan warga sekolah dalam melakukan perubahan positif. Kepala sekolah sebagai yang dituakan akan menjadi panutan warga sekolah. Warga sekolah akan manut dan ikhlas dalam melaksanakan tugas dengan menyambut baik semua program yang dicanangkan kepala sekolah. Stakeholder siap mendukung program dengan kesadaran penuh. Warga sekolah merasa puas dengan cara pikir maupun cara tindak kepala sekolah dalam memimpin sekolah. Begitu sebaliknya apabila warga sekolah tidak percaya pada pimpinan sekolah maka akan program dan kebijakan akan ditentang dan tidak diikuti. Dampak lain hasil kepemimpinan akan terjadi dua kelompok yang pro dan kelompok kontra. Inilah cikal bakal permasalahan dan terjadinya budaya tidak kondusif pada suatu sekolah.

Makna Angket

Makna data perilaku kepala sekolah akan bisa dibaca berdasarkan hasil angket tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Suksesnya kegiatan PKKS salah satunya warga sekolah mendukung baik aktivitas pengumpulan dokumen, ikut sertanya dalam kegiatan PKKS, dan unsur penilaian perilaku kepala sekolah. Apabila kepala sekolah masih dikehendaki memimpin suatu sekolah, maka warga sekolah akan mengisi angket, sangat baik berarti sangat puas dengan kepemimpinan kepala sekolah. Akan tetapi apabila warga sekolah menilai perilaku kepala sekolah di bawah baik suatu indikator bahwa warga sekolah tidak menghendaki dipimpin.

Baca juga:  Belajar Menentukan Ruang Sampel aengan Kubus Berangka

Hasil angket perilaku mampu digunakan sebagai refleksi berbagai pihak. Pemangku kebijakan untuk bisa melihat sinyal pada penilaian sebagai bentuk kebijakan. Bagi kepala sekolah sebagai bentuk refleksi pelayanan terhadap warga sekolah selama memimpin. Warga sekolah tidak puas dengan kepemimpinan kepala sekolah bisa diseleksi dalam bidang apa, tentu kepala sekolah beserta guru dan karyawan akan duduk bersama. Kepala sekolah harus ikhlas terhadap masukan guna memperbaiki diri untuk tahun mendatang. Akan tetapi, apabila sinyal perilaku tidak ditindaklanjuti, maka rasa tidak puas akan membesar dan pembelajaran tidak kondusif.

Berdasarkan hasil angket diharapkan perlu adanya pemaknaan untuk rekomendasi atasan dalam mengambil kebijakan. Apabila dibiarkan berlama-lama memimpin, maka budaya sekolah akan rusak dan sikap masa bodoh terhadap keberlangsungan suatu lembaga pendidikan yang dinaunginya. Lebih parah lagi bisa saja suatu sekolah berkelompok-kelompok setiap pengambilan keputusan tidak didasari kebersamaan. Sebaiknya atasan bersikap bijak untuk mengambil suatu kebijakan demi masa depan lembaga pendidikan yang ada. Jangan sampai rasa ungkapan tidak puas bisa menjadi suatu tindakan anarkhis yang kurang terpuji terjadi pada lembaga pendidikan. (*/ida)

Kepala Sekolah SMP N 3 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya