alexametrics

Penggunaan Microsoft Sway untuk Pembelajaran Seni Patung

Oleh: Ida Martini, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SENI Budaya dalam kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan praktik karya seni budaya. Pembelajaran seni budaya dirancang berbasis aktivitas dan menekankan pada pendekatan belajar siswa aktif. Siswa diajak dan berani untuk mencari sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah, rumah atau tempat tinggal serta masyarakat. Guru dapat memperkaya kreasi dalam bentuk aktivitas lain yang sesuai dan relevan yang bersumber pada dan dari lingkungan sosial dan alam sekitar (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia : 2018).

Baca juga:  Bermain Melempar dan Menangkap Bola Tingkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini

Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung hingga saat ini menuntut kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dengan cara pembelajaran jarak jauh. Kreativitas dan inovasi dari guru diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Selama proses pembelajaran peserta didik tetap dituntut untuk aktif, kreatif, dan inovatif dalam membangun pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hal ini sejalan dengan pendapat Wina Sanjaya (2008:30) bahwa belajar adalah berbuat, karena prinsip ini mempunyai makna belajar bukan saja hanya sekedar mendengarkan, mencatat sambil duduk di bangku, akan tetapi belajar adalah suatu proses beraktivitas. Lebih lanjut, menurut Munif Chatif (2012;25) ketika peserta didik melakukan aktivitas, itulah sebenarnya saat peserta didik belajar.

Sebagai upaya pengembangan kreativitas dan inovasi guru dalam melaksanakan pembelajaran seni patung di SMP Negeri 7 Pemalang agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan maka guru menyajikan materi pelajaran Seni Patung menggunakan aplikasi Microsoft Sway. Microsoft Sway memudahkan guru dalam membuat dan berbagi laporan, kisah pribadi dan presentasi yang interaktif, serta banyak hal lainnya. Dalam aplikasi sway, guru dapat dengan mudah menambahkan teks dan gambar kemudian mengimpor konten yang dirasa relevan dari sumber lain sebagai pelengkap dalam kegiatan belajar seni patung. Dalam membuat sway, guru tidak perlu menghabiskan waktu dalam pemformatan, karena secara otomatis aplikasi sway akan membantu menyempurnakan kreasi karya yang. dibuat oleh guru Apabila dalam pembuatan desain tidak sesuai keinginan, guru dapat dengan mudah menerapkan desain yang sesuai dengan keinginan. Selain itu dengan menggunakan sway bisa mengunggah sebanyak mungkin teks, gambar dan video untuk memperjelas materi dan tutorial pembuatan patung , disertai iringan musik agar lebih menarik . Guru yang telah selesai membuat sway dapat langsung membagikannya kepada peserta didik berupa link yang dapat dibuka dengan menggunakan smartphone/laptop, atau sejenisnya secara berulang kali. Peserta didik dapat membuka dan membaca materi seni patung tersebut tanpa registrasi terlebih dahulu.

Baca juga:  Pembelajaran Seni Tari Tradisional untuk Pendidikan Karakter Siswa

Penilaian harian berupa pengetahuan dilakukan dengan menggunakan google form dimana hasilnya akan nampak pada google drive guru, sedangkan untuk penilaian keterampilan berupa produk patung yang dilengkapi dengan laporan pembuatan patung yang dikirim melalui google classroom mapel seni budaya di tiap-tiap kelasnya. (ti1/bas)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 7 Pemalang Jawa Tengah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya