alexametrics

Pembiasan Karakter pada Pendidikan Anak Usia Dini melalui Bermain Peran

Oleh: Anis Minarwati S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah rangkaian proses pembelajaran menjadi manusia seutuhnya. Di dalam proses tersebut segmentasi perkembangan, pertumbuhan, dan pendewasaan dicoba untuk ditata dan diarahkan. Ranah tersebut merujuk kepada menemukan potensi dalam diri peserta didik dan kebermanfaatan bagi diri sendiri serta orang lain. Sejatinya proses yang terjadi dalam sebuah lingkup pendidikan dibangun atas dasar muara yang sehingga terjadi proses perubahan tata laku dan sikap yang membentuk karakter seseorang.

Salah satu lingkungan yang dapat mempengaruhi pembiasaan karakter seseorang adalah lingkup pendidikan. Di dalam lingkup pendidikan telah terstruktur kurikulum yang sesuai dengan jenjang pendidikan dan terdapat aturan yang menjadi pedoman atau kiblat dalam melakukan kebijakan. Secara pengunaan waktu, lingkup pendidikan juga memiliki andil yang besar dalam menghabiskan kegiatan keseharian anak. Selain itu, pendidik yang dirujuk sebagai fasilitator dalam memberikan arahan dan bimbingan juga telah disesuaikan berdasarkan program studi yang telah ditempuh sehingga ilmu-ilmu yang dimiliki dan disampaikan sesuai.

Baca juga:  Penerapan Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini

Jenjang pendidikan anak usia dini menjadi salah satu jenjang yang penting dan berpengaruh dalam proses pembiasaan karakter anak. Rentan anak usia dini yaitu anak yang baru dilahirkan sampai usia enam tahun. Pada usia tersebut anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, fase tersebut sering dikenal dengan istilah golden age. Maksud dari golden age adalah periode emas dalam perkembangan anak yang dapat dilihat dari berbagai aspek. Anak mulai sensitif dan peka menerima stimulus-stimulus yang diberikan oleh lingkungan.

Kepekaan anak dalam menerima stimulus seharusnya diimbangi dengan pemberian stimulus pendidikan yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak. Masa tersebut anak dipandang sebagai individu yang baru mengenal dunia sehingga aturan, norma, tata krama, etika, cara berkomunikasi dan lain sebagainya belum dipahami seutuhnya secara baik. Kebiasaan-kebiasaan baik perlu diajarkan dan dibimbing agar anak memiliki karakter yang sesuai. Terlebih anak usia dini merupakan fase awal yang akan menjadi modal dalam melakukan fase usia selanjutnya.

Baca juga:  Kisah Inspiratif dalam Pembelajaran Daring di TK

Metode merupakan langkah yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan rencana pembelajaran agar mencapai tujuan yang telah disusun secara optimal. Metode yang tepat juga penting untuk dipilih agar penyampaian nilai-nilai pembiasaan karakter pada anak tersampaikan dengan baik. Karakteristik anak-anak yang unik dan suka bermain menjadi kriteria dalam pemilihan metode yang tepat. Pada saat anak-anak melakukan aktivitas dengan barmain mereka akan mengeluarkan tenaga, pikiran, dan emosi yang maksimal. Hal ini akan membantu internalisasi nilai-nilai pembiasaan karakter terpatri dengan kuat.

Metode yang dapat digunakan dalam pembiasaan karakter anak-anak adalah metode bermain peran. Metode bermain peran yakni sebuah cara memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memerankan tokoh-tokoh tertentu berdasarkan dengan imajinasi mereka sehingga seolah-olah mereka menjadi orang yang diperankannya. Terdapat tiga bentuk bermain peran yaitu: bermain peran tunggal, bermain peran jamak, dan bermain peran ulangan (bergilir). Ketiga bentuk bermain peran tersebut dapat disesuaikan dengan bentuk partisipasi anak-anak dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Mudah Pahami Tema Tanaman dengan Alat Peraga Alamiah

Langkah-langkah dalam bermain peran untuk pembiasaan karakter pendidikan anak usia dini yaitu: (1) pendidik memberikan arahan dan aturan dalam bermain, (2) pendidik menjelaskan alat-alat yang dapat digunakan saat bermain peran, (3) pendidik membagikan tugas kepada masing-masing anak, dan (4) pendidik mengawasi anak-anak saat bermain peran, apabila anak-anak membutuhkan bantuan pendidik diperkenankan untuk membantu. Sebelum akhinya pendidik melakukan langkah-langkah tersebut, pendidik harus menentukan nilai karakter yang akan diinternalisasikan dalam bermain peran.

Pembelajaran melalui bermain peran akan membuat anak-anak TK PGRI 11 Kota Semarang aktif dan kreatif. Pembelajaran menjadi milik mereka sepenuhnya karena partisipasi anak-anak dalam pembelajaran. Selain itu, anak akan bertambah wawasan, karena mengetahui tokoh atau benda yang diperankan, karena terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Adanya dialog dan diskusi antar teman akan melatih anak untuk berpikir secara demokratis dan berkomunikasi dengan baik. (fbs/aro)

Guru TK PGRI 11 Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya