alexametrics

Menulis Narasi Lebih Mudah dengan Media Gambar Seri

Oleh : Siti Nisrokhah, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan menulis narasi merupakan kegiatan yang perlu dikembangkan dalam muatan pelajaran Bahasa Indonesia oleh siswa sekolah dasar di kelas lima. Menulis narasi merupakan bentuk prosa yang menceritakan pengalaman atau peristiwa manusia yang dijelaskan dengan rinci berdasarkan perkembangan dari waktu kewaktu. Peristiwa yang diceritakan bisa pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Pembelajaran menulis narasi diharapkan agar siswa dapat mengembangkan daya inisiatif dan kreativitasnya. Siswa mampu berimajinasi, merangkai kalimat serta memilih kata dalam pembelajaran menulis narasi. Mereka diharapkan mampu menuangkan ide serta gagasan mereka dalam menulis narasi.

Faktanya, kebanyakan dari siswa masih mengalami kesulitan pada pembelajaran menulis narasi. Penulis menemukan siswa kesulitan dalam menuangkan ide dan mengembangkan gagasan untuk menjadikan sebuah tulisan narasi yang utuh. Kesulitan siswa menulis narasi dipengaruhi oleh kurangnya media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar. Sehingga keterampilan menulis narasi siswa masih jauh dari kata sempurna. Sejalan dengan permasalahan yang dikemukakan oleh Nixon (2012) menyatakan bahwasanya pada pembelajaran menulis narasi guru kurang menggunakan media.

Baca juga:  Komunikasi Orang Tua Solusi Ketuntasan Pembelajaran di Tengah Pandemi

Media gambar seri adalah suatu media grafis yang digunakan untuk menerangkan suatu rangkaian cerita. Sebab, setiap seri gambar saling berkaitan membentuk suatu cerita yang utuh. Gambar seri pada hakikatnya mengekspresikan suatu hal. Bentuk ekspresi tersebut dalam fakta gambar bukan dalam bentuk bahasa. Pesan yang tersirat dalam gambar tersebut dapat dinyatakan kembali dalam bentuk kata-kata atau kalimat. Media gambar seri adalah kumpulan dari beberapa gambar yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang menarik yang disusun secara acak dan berurutan untuk dijadikan sebuah cerita (Azhar, 2003).

Menurut Arif (2003), yang dimaksud dengan gambar seri adalah rangkaian beberapa gambar yang membuat sebuah cerita jadi. Sejalan dengan itu, Sapari (2001) mengemukakan bahwa media gambar seri merupakan serangkaian gambar dan terdiri atas dua hingga enam gambar yang menceritakan suatu kesatuan cerita yang dapat dijadikan alur pemikiran siswa dalam mengarang, dan setiap gambar dapat dijadikan paragraf.

Baca juga:  Mengenali Situs Brokoh Tingkatkan Pengetahuan Sejarah Siswa

Penggunaan media gambar seri dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, media gambar seri dapat mengembangkan daya berpikir siswa, dan dapat membantu siswa dalam membuat tulisan narasi. Dengan melihat gambar, siswa dapat menarik kesimpulan dan menguraikan dalam bentuk tulisan. Purwanto (2003) mengemukakan tujuan penggunaan media gambar seri adalah untuk melatih siswa menentukan pokok pikiran yang mungkin akan menjadi karangan. Sadiman (2003) mengungkapkan tujuan dari media gambar seri adalah membantu guru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu siswa dalam belajar; menarik perhatian siswa sehingga lebih terdorong untuk belajar; dapat membantu daya ingat siswa; serta dapat disimpulkan dan digunakan lagi apabila diperlukan pada saat yang lain.

Adapun langkah-langkah penggunaan media gambar seri dalam menulis karangan narasi seperti yang penulis lakukan di SD Negeri 02 Sijeruk yaitu dengan cara guru menampilkan gambar seri yang menarik sebanyak empat gambar melalui layar, siswa memperhatikan gambar seri (berurutan) kemudian siswa disuruh menceritakan gambar tersebut dalam bentuk kalimat dengan kata-kata sendiri secara lisan. Langkah berikutnya adalah menyusun kalimat berdasarkan gambar yang disajikan. Setelah pengurutan kalimat, selanjutnya adalah menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain, sehingga membentuk paragraf yang runtut. Adapun proses menghubung-hubungkan kalimat dapat digunakan tanda baca atau konjungsi. Tahap terakhir adalah menghubungkan paragraf yang satu dengan paragraf lainnya, sehingga membentuk sebuah karangan. Hasil penggabungan dan penyampaian siswa itulah yang disebut dengan karangan narasi.

Baca juga:  Belajar Passive Voice dengan Metode Menyusun Kata

Dengan menggunakan media gambar seri sangat membantu siswa dalam membangun dan menuangkan ide atau gagasan ke dalam sebuah tulisan serta dapat membantu siswa merangkai kata menjadi sebuah kalimat dan menyusun kalimat tersebut menjadi sebuah paragraf untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah cerita/karangan. Siswa yang sering menulis, maka keterampilan menulisnya akan meningkat. (ce2/aro)

Guru SD Negeri 02 Sijeruk, Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya