alexametrics

Menariknya Belajar Matematika dengan Pendekatan Inkuiri

Oleh: Sri Karyawati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang tertuang ke dalam tujuan pendidikan nasional dan pendidikan di sekolah dasar yaitu, untuk mewujudkan suasana belajar dan proses kegiatan pembelajaran dengan tujuan agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, dalam berbangsa dan bernegara.
Pendidikan mempunyai arti sebuah cara mendidik siswa atau memotivasi siswa untuk berperilaku baik dan membanggakan. Maka devinisi pendidikan adalah suatu proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran atau pembelajaran. atau dapat disimpulkan usaha sadar untuk menyiapkan siswa melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Baca juga:  Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Problema yang dialami peserta didik SDN 01 Sangkanjoyo kelas V adalah malas mengikuti pelajaran matematika yaitu pada materi FPB dan KPK. Hal ini dikarenakan metode pelajaran yang digunakan guru tidak menarik bahkan membingungkan siswa. Apabila metode yang digunakan disukai oleh siswa maka hal itu akan menarik dan siswa bisa terhindar dari rasa malas belajar. Orientasi penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan ketertarikan siswa.

Maka penulis membutuhkan metode pembelajaran agar siswa mudah memahami materi yang diajarkan. Metode atau model mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara –cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secaraindividual maupun kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan (Ahmadi, 2005 : 52)
Kemudian penulis menggunakan model pembelajaran inkuiri yang biasa disebut dengan pembelajaran penemuan. Metode inquiri pmerupakan metode pengajaran yang berusaha meletakan dasar dan mengembangkan cara befikir ilmiah. Dalam penerapan metode ini siswa dituntut untuk lebih banyak belajar sendiri dan berusaha mengembangkan kreatifitas dalam pengembangan masalah yang dihadapinya sendiri. Guru menjadi fasilitator yang membimbing siswa untuk menemukan permasalahan.

Baca juga:  Melatih Empati Siswa dengan Jumat Berkah Siswa

Langkah-langkah model inkuiri adalah sebagai berikut: Pertama, Guru memberikan suatu permasalahan yang harus dipecahkan oleh siswa. Kedua, Merumuskan masalah. Siswa mencoba untuk merumuskan masalah dari maslah yang diberikan oleh guru. Ketiga, Siswa diminta untuk membuat hipotensi dari permasalahan tersebut. Keempat, Pengumpulan data. Setelah mengumpulkan data yang berkaitan dengan permasalahan yang diberikan. Kelima, Menguji hipotesis. Siswa menyesuaikan antara data yang diperoleh dengan hipotesis yang sudah dirumuskan. Keenam, Kesimpulan.

Dengan pendekatan inkuiri pada siswa SDN 01 Sangkanjoyo akan lebih memahami masalah yang berkaitan dengan materi FPB dan KPK karena siswa mencari semua data sendiri kemudian menyimpulkannya sendiri sehingga dapat mengembangkan pendidikan demokrasi. (ce2/zal)

Baca juga:  TTSM Alternatif Penilaian Pengetahuan Matematika Peserta Didik

Guru SDN 01 Sangkanjoyo, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya