alexametrics

Pemanfaatan Barang Bekas dalam Pembelajaran Hukum III Newton

Oleh: Dian Carolint, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu eksperimental yaitu ilmu yang didapatkan melalui percobaan-percoban. Trianto (2007) menyatakan bahwa untuk menunjang proses pembelajaran terpadu khususnya mata pelajaran IPA dibutuhkan suatu media pembelajaran. Pembelajaran untuk mengenalkan hakikat IPA harus dilakukan dengan percobaan-percobaan, sehingga diperlukan suatu alat peraga yang sesuai dengan pembelajaran IPA. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran IPA dapat membantu penyampaian konsep menjadi lebih bermakna (Sidharta dan Yamin, 2013).

Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk menyampaikan materi pelajaran yang bertujuan memberi kesempatan peserta didik untuk aktif belajar sehingga memungkinkan peserta didik memperoleh pengetahuan dan mengembangkan keterampilan psikomotorik serta menumbuhkan kreativitas peserta didik untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi (Prasetyarini dkk., 2013).

Pada kenyataannya, sekolah tidak memiliki alat peraga yang memadai terkadang jumlahnya pun sangat terbatas. Bahkan pada kit mekanika yang dimilki sekolah tidak terdapat alat peraga Hukum III Newton. Pada mata pelajaran IPA KD 3.2 Menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan Hukum Newton, dan penerapannya pada gerak benda dan gerak makhluk hidup, penulis selaku guru IPA mengajak siswa SMP Negeri 3 Tirto kelas VIIIC membuat alat peraga sederhana untuk melakukan penyelidikan tentang Hukum III Newton. Alat peraga sederhana yang dibuat memanfaatkan barang bekas yang bahannya dapat ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Peningkatan Aktivitas Pembelajaran IPS melalui Model Jigsaw

Membuat alat peraga Hukum III Newton bertujuan untuk memperjelas pemahaman siswa tentang konsep Hukum III Newton. Penulis mencoba memperkaya alat peraga sebagai media pembelajaran yang sudah ada, dengan menggunakan barang yang mudah didapat, serta harganya murah dan berharap penyampaian konsep Hukum III Newton berhasil.

Untuk membuat alat peraga Hukum III Newton ini, siswa membutuhkan kertas bekas, sebilah bambu, kawat, karet gelang , botol plastik bekas dan tali. Kertas bekas digunakan untuk membuat kincir yang diberi karet agar terbang ke atas, dan botol bekas yang dilubangi serta diberi penggantung agar berputar saat berisi air. Bahan-bahan tersebut sangat mudah didapat.

Pada saat percobaan berlangsung, siswa sangat antusias. Mereka melakukan percobaan berkali-kali. Siswa senang ketika kincirnya naik ke atas. Begitupun ketika botol digantung dan diisi air, botol pun bergerak memutar. Penggunaan alat peraga ini mengundang keingintahuan siswa terhadap peristiwa Hukum III Newton. Rasa ingin tahu ini muncul karena siswa menggangap bahwa pembelajaran dengan alat peraga sederhana dari barang bekas merupakan pembelajaran baru bagi mereka.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Describing an Animal dengan Fabulous Flag

Menurut siswa kelas VIIIC pembelajaran Hukum III Newton dengan menggunakan alat peraga sederhana sebagai media pembelajaran adalah hal yang menarik. Karena siswa dapat terlibat langsung dalam percobaan, dan pembelajaran seperti ini menyenangkan karena seperti bermain. Berdasarkan hal tersebut, alat peraga sederhana dari barang bekas yang digunakan untuk pembelajaran Hukum III Newton dapat berfungsi dengan baik. Hal ini terlihat dari alat peraga yang dibuat dapat menunjukan persitiwa Hukum III Newton dengan sangat jelas.

Manfaat melakukan pembelajaran dengan praktik membuat alat peraga dapat membuat siswa aktif dan tidak hanya terpaku pada lembar kerja saja. Membuat alat peraga sederhana adalah cara yang bagus untuk membuat anak terlibat dalam pembelajaran otentik dan membangun keterampilan yang bermanfaat. Alat peraga sederhana ini memperkaya media pembelajaran yang mengembangkan mainan anak anak, yang selama ini hanya untuk permainan di rumah bisa digunakan sebagai media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran IPA khususnya materi Hukum III Newton pada siswa kelas VIIIC di SMP Negeri 3 Tirto.(ti1/aro)

Baca juga:  Penemuan Terbimbing, Cara Jitu Tingkatkan Pemahaman Konsep Gerak Benda

Guru IPA SMP Negeri 3 Tirto, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya