alexametrics

Metode SAS untuk Membaca Menulis Permulaan

Oleh : Listyowati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM pembelajaran ditengah Pandemi Covid-19 diperlukan ide dan tindakan kreatif dari masing-masing guru. Dalam kondisi dan tantangan apapun guru dituntut untuk selalu mengembangkan kreativitas dan inovatif dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Seperti yang penulis lakukan dalam pembelajaran kelas 1 jenjang sekolah dasar tentang Membaca Menulis Permulaan (MMP) tentunya membutuhkan pembimbingan dan pendampingan yang intensif. Di dalam kondisi pandemi seperti ini, selain guru, peran orang tua juga sangat penting dalam hal pembimbingan anak- anaknya terutama di rumah.Aktivitas peserta didik kelas I dimulai dari bagaimana pengenalan huruf, membaca dan menulis permulaan sangat diperlukan pendampingan dan pembimbingan dari guru.Alternatif pembelajaran MMP ditengah pandemi yang penulis terapkan yaitu melalui home visit. Dengan home visit, penulis membentuk kelompok kecil yang terdiri terdiri 4-5 peserta didik.

Baca juga:  Komik Strip Segitiga Ajaib Tingkatkan Minat Siswa Belajar Matematika

Dalam kunjungan belajar tentang materi keterampilan membaca dan menulis permulaan, penulis menerapkan metode SAS. Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) merupakan salah satu metode untuk belajar membaca dan menulis permulaan di kelas satu SD. Metode SAS adalah metode digunakan dalam proses pembelajaran MMP (Membaca Menulis Permulaan) bagi peserta didik. Pembelajaran tersebut diawali dengan menampilkan dan memperkenalkan sebuah kalimat yang utuh. Mula-mula anak disuguhi sebuah struktur yang memberi makna lengkap, yakni struktur kalimat. Landasan linguistiknya bahwa itu ucapan bukan tulisan, unsur bahasa dalam metode ini adalah kalimat. Menurut Suhendi (2013) menyebutkan bahwa langkah-langkah metode SAS adalah : Guru menampilkan keseluruhan kalimat (S), Guru melakukan proses penguraian kalimat (A), Guru menampilkan keseluruhan kalimat pada struktur kalimat semula (S). Hal tersebut mempunyai maksud untuk membangun konsep-konsep “kebermaknaan” pada diri peserta didik. Lebih baik lagi jika struktur kalimat yang disajikan sebagai bahan pembelajaran membaca menulis permulaan dengan metode ini adalah struktur kalimat yang digali dari pengalaman berbahasa si anak tersebut.Proses penguraian dan penganalisisan dalam pembelajaran membaca menulis permulaan dengan metode SAS yaitu: pertama, kalimat menjadi kata. Kedua, kata menjadi suku-suku kata. Ketiga, suku kata menjadi huruf-huruf. Setelah melakukan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan metode SAS, ternyata cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik untuk membaca dan menulis tahap permulaan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Bahasa Jawa dengan Instagram

Menurut Solchan dkk (2010:6.23) menyatakan bahwa ada beberapa manfaat yang dianggap sebagai kelebihan dari metode SAS, diantaranya adalah sebagai berikut: Metode SAS sejalan dengan prinsip linguistik (ilmu bahasa) yang memandang satuan bahasa terkecil untuk berkomunikasi adalah kalimat. Metode SAS mempertimbangkan pengalaman berbahasa anak. Oleh karena itu, pengajaran akan lebih bermakna bagi anak karena bertolak dari sesuatu yang dikenal dan diketahui anak. Metode SAS sesuai dengan prinsip inkuiri (menemukan sendiri). Peserta didik mengenal dan memahami sesuatu berdasarkan hasil temuannya sendiri. Seperti yang diterapkan di SDN Wonokerso 01. (ti1/zal)

Guru SDN Wonokerso 01

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya