alexametrics

Cycle Learning pada Pembelajaran IPS

Oleh: Endang Tri Wahyuni, S.Pd.Ek

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN yang menarik menjadi harapan dari setiap peserta didik. Peserta didik akan merasa nyaman, tenang dan semangat dalam proses pembelajaran. akan tetapi, seringkali proses pembelajaran disajikan dengan menggunakan model lama dan membosankan. Peserta didik hanya menjadi objek pada proses pembelajaran. Guru menjadi sumber utama semua materi pembelajaran. Ceramah, mencatat, merangkum masih sering nampak dijumpai di beberapa sekolah. Guru sudah seharusnya mengambil hikmah dari fenomena yang terjadi dalam beberapa proses pembelajaran. Perlunya memanfaatkan model pembelajaran yang bersifat student centered. Peserta didik diberikan tanggung jawab untuk dapat mempelajari, memahami, dan mengembangkan pembelajaran secara bersama.

Kerjasama dalam proses pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menguraikan masalah dan berinterkasi sosial. Pembelajaran kooperatif menjadi alternatif yang tepat bagi peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang menggunakan azas pembelajaran kooperatif adalah learning cycle (Siklus Belajar). Siklus belajar (learning cycle) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered).

Baca juga:  Proyek Profil Pelajar Pancasila melalui Kegiatan “Nyadran” Perwujudan Merdeka Belajar

Menurut Lawson (1989) dalam Bybee (1996:205) siklus belajar adalah satu cara berpikir dan bertindak yang cocok untuk siswa belajar. Penggunaan siklus belajar (learning cycle) memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengungkapkan pengetahuan sebelumnya dan kesempatan untuk menyanggah, mendebat gagasan-gagasan mereka, proses ini menghasilkan ketidak seimbangan kognitif, sehingga mengembangkan tingkat penalaran yang lebih tinggi, dan merupakan suatu pendekatan yang baik untuk pembelajaran. Kemudian Santoso (2005), turut memberikan pendapat bahwa learning cycle merupakan suatu pengorganisasian yang memberikan kemudahan untuk penguasaan konsep-konsep baru dan untuk menata ulang pengetahuan siswa.

Penulis sekaligus guru SMP 1 Sayung Kecamatan Sayung Kabupaten Demak memanfaatkan model pembelajaran ini di kelas sembilan pada proses pembelajaran perubahan kehidupan sosial budaya Bangsa Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi untuk memperkokoh kehidupan kebangsaan.

Baca juga:  Matras Bidang Miring Solusi Mengatasi Kesulitan Belajar Materi Senam Lantai Guling Belakang

Pelaksanaan Siklus Belajar terdiri dari beberapa tahap, yaitu libatkan (engage), pada tahap ini kegiatan pokok pembelajaran bertumpu pada upaya bagaimana meningkatkan minat siswa sambil menilai pemahaman awal siswa terhadap topik yang dibahas melalui kegiatan apersepsi, yaitu siswa diantarkan menuju materi yang akan dipelajarinya. Kemudian eksplorasi (explore), tahap ini kegiatan pokok pembelajaran adalah melibatkan siswa dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk membangun pemahamannya sendiri. Pada tahap ini, para siswa berkesempatan terlibat secara langsung dengan fenomena yang diselidiki dan bahan-bahan kajian. Mereka bekerja sama dalam suatu tim, lalu mengalami pengalaman bersama dengan saling berbagi dan berkomunikasi tentang esensi pokok pembelajaran. Guru bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan bahan-bahan pembelajaran dan siswa melaksanakan pembelajaran aktif. Tahap berikutnya adalah penjelasan (explain), yaitu siswa diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang telah dipelajarinya, berkomunikasi dengan rekan- rekannya, dengan fasilitator (guru) melalui suatu proses reflektif. Elaborasi (elaboration/extention) merupakan tahap berikutnya, yaitu para siswa mengembangkan konsep-konsep yang telah dipelajarinya, membuat jalinan dengan konsep terkait lainnya, kemudian mengaplikasikan pemahamannya ini dalam dunia nyata.
Memasuki tahap akhir adalah evaluasi (evaluation). Pada tahap ini, baik siswa maupun guru menilai sejauh mana para siswa memperoleh pemahaman tentang konsep-konsep pokok bahan ajar dan memperoleh pengetahuan baru. Penggunaan model ini ternyata dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik secara drastis. (ti1/zal)

Baca juga:  Pohon literasi Mudahkan Siswa Pahami Materi Pluralitas Masyarakat Indonesia

Guru SMPN 1 Sayung, Kabupaten Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya