alexametrics

PHB Daring Berbasis ABT Efektif untuk Evaluasi Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh : Widyawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sudah 9 bulan bangsa Indonesia berada pada masa pandemi. Hampir di setiap aspek terkena dampak dari adanya wabah tersebut, tidak terkecuali pada aspek pendidikan. Pendidikan merupakan ujung tombak untuk membentuk generasi yang berkarakter di masa depan, untuk itu pembelajaran harus tetap terlaksana namun tidak mengabaikan protokol kesehatan (Hidayatu Mutia – 2020).

Dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease (covid-19), Mendikbud RI Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran nomor 36062/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 perihal pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah (suara.com). Praktik pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring tentu saja bukan tanpa kendala. Baik guru maupun siswa dituntut untuk paham dan terampil dalam menggunakan TIK. Guru juga harus berusaha supaya siswa tetap termotivasi untuk belajar karena memang pada pembelajaran secara daring ini motivasi belajar siswa mengalami penurunan. Hal ini berdampak pada sulitnya guru dalam pengambilan nilai siswa (dalam mengevaluasi siswa). Tidak sedikit siswa yang kurang antusias ketika diberi soal PH ataupun tugas secara daring oleh gurunya. Dalam waktu satu minggu belum tentu nilai siswa bisa masuk 100 %. Ada saja siswa yang belum mengerjakan meski sudah diingatkan berkali-kali.

Baca juga:  Kolaborasi Google Classroom dan Metode Drill

Melihat fenomena yang semacam itu dari hari ke hari, maka pihak sekolah kami SMP Negeri 3 Bojong mengambil kebijakan untuk mengadakan penilaian harian bersama secara daring dengan berbasis ABT (Android Base Test) melalui aplikasi Schoology. ABT merupakan sistem ujian atau test yang menggunakan media android untuk menampilkan soal dan menjawabnya. Selain mengurangi penggunaan kertas , penilaian dengan berbasis ABT ini juga dianggap lebih efektif dan efisien. Peluang siswa untuk saling menyontek jadi lebih kecil karena soal yang dibuat bisa diacak, guru juga tidak mengoreksi secara manual karena begitu siswa selesai mengerjakan dan klik submit , secara otomatis nilai langsung muncul dan bisa dilihat. Evaluasi pembelajaran berbasis ABT ini sangat diperlukan karena evaluasi secara langsung dengan menghadirkan siswa belum memungkinkan untuk dilaksanakan.

Baca juga:  Pembelajaran Daring di Era Covid-19

PHB daring dengan berbasis ABT di SMP Negeri 3 Bojong dilaksanakan secara terjadwal dan terkoordinasi dengan dibentuk kepanitiaan seperti halnya pada saat pelaksanaan PTS ataupun PAS. Dalam kepanitiaan PHB daring berbasis ABT tersebut ada yang bertugas sebagai proktor atau operator server untuk menampilkan soal –soal di HP siswa. Untuk wali kelas tugasnya sebagai pengawas atau koordinator kelas yang memantau siswa di kelas yang diampunya. BK ataupun guru yang tidak menjadi wali kelas sebagai pengawas luar yang tugasnya menindaklanjuti laporan dari masing-masing koordinator kelas berkaitan dengan siswa di kelasnya yang belum juga online di hari itu. Pengawas luar akan berusaha mencari informasi tentang siswa tersebut, bila perlu melakukan home visit saat itu juga supaya siswa bisa langsung mengikuti test. Adanya koordinasi kepanitiaan yang baik dalam pelaksanaan PHB daring berbasis ABT tersebut ternyata membuahkan hasil yang cukup signifikan. Hal ini terbukti dengan adanya input nilai siswa yang hampir mendekati 100 %. Sedangkan ketika PH (Penilaian Harian ) dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing guru mapel hasilnya jauh dari capaian tersebut. PHB daring berbasis ABT lebih efektif untuk evaluasi pembelajaran apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini. (bp2/ton)

Baca juga:  NHT Meningkatkan Motivasi Belajar IPS

Guru Prakarya SMP Negeri 3 Bojong

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya