alexametrics

Asyiknya Belajar Singular and Plural dengan Berkataja

Oleh: Umi Dzulifah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KURIKULUM 2013 menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kemampuan berbahasa Inggris yang dituntut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan kompetensi pengetahuan tentang jenis, kaidah, dan konteks suatu teks, dilanjutkan dengan kompetensi keterampilan menyajikan suatu teks tulis dan lisan baik terencana maupun spontan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat, dan bermuara pada pembentukan sikap kesantunan berbahasa.

Namun demikian, pada kenyataannya tidak semua siswa mampu menyerap dan mencapai yang diharapkan. Hal ini dirasakan pada pembelajaran Kompetensi Dasar (KD) 3.6 yaitu tentang label nama dan daftar barang atau things around us yang menyangkut tentang penggunaan kata tanya How many dan Singular and plural pada kelas VII A SMP Negeri 3 Kedungwuni ternyata hanya 8 dari 32 siswa (20 persen) yang mampu melampaui KKM di sekolah kami yaitu 72. Untuk itu peneliti ingin memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan teknik Bermain Kartu Tanya Jawab (Berkataja) agar pemahaman siswa tentang singular dan plural dapat lebih meningkat.

Baca juga:  Mix and Match Metode Pembelajaran Sesuai Karakteristik Peserta Didik

Aktivitas guru dalam proses pembelajaran menggunakan teknik bermain kartu Tanya jawab (Berkataja) sebagai berikut; Pertama, Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi dan memberikan apersepsi, dilanjutkan dengan mengelompokan siswa menjadi 10 kelompok yang beranggotakan 4 siswa. Kedua, Guru membagikan 4 buah amplop Q (Question) yang berisi beberapa gambar benda untuk pertanyaan dan 4 buah amplop A (Answer) berisi beberapa gambar dengan jumlah yang berbeda untuk jawabannya kepada masing masing kelompok, sehingga setiap anggota kelompok mendapatkan satu amplop Q dan satu amplop A. Ketiga, guru membuat kesimpulan bersama siswa dan diakhiri dengan membuat penilaian sikap selama proses pembelajaran.

Sedangkan aktivitas siswa selama pembelajaran meliputi aktivitas secara individu dan aktivitas kerja kelompok. Adapun aktivitas siswa yang teramati selama proses pembelajaran sebagai berikut; Pertama, Dalam kelompok siswa secara bergiliran membuat pertanyaan dengan menggunakan kata “How many ….are there?” dan kata benda berdasarkan gambar yang ada pada amplop Q. Sementara tiga siswa lainnya dalam kelompok itu akan menjawabnya dengan kata “There is / there are…..” berdasarkan jumlah gambar-gambar yang sama dalam amplop A. Kedua, Siswa mencatat semua tanya jawab yang terjadi di kelompoknya. Setelah semua gambar yang ada pada amplop Q dari semua anggota kelompok habis, hasil pekerjaannya diberikan kepada kelompok lain untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dikembalikan kepada kelompok semula untuk diperbaiki bila ada kesalahan. Ketiga, Secara bergiliran siswa perwakilan kelompoknya menuliskan sebuah pertanyaan di papan tulis sementara dari kelompok lain menjawabnya dengan jumlah benda yang berbeda dari kelompok lain. Setelah semua pertanyaan dan jawabannya tertulis di papan tulis, bersama guru siswa membahas hasil pekerjaannya terutama dalam membedakan penulisan untuk singular dan plural of things.

Baca juga:  Asyiknya Belajar PPKn dengan Media Vidio Pembelajaran

Data dari penilaian hariaan dan penilaian sikap pada proses pembelajaran menunjukkan bahwa siswa kelas VII A di SMPN 3 Kedungwuni secara umum sangat tertarik dengan media pembelajaran yang diberikan oleh guru. Siswa merasa tertantang aktif mencari data atau membuat kalimat untuk dibahas dalam diskusi kelompok, sehingga nilai yang di dapat dalam Evaluasi Penilaian harian terlihat adanya peningkatan ketuntasan rata rata kelas dalam pembelajaran singular and pluran pada materi things around us. (ti1/bas)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Kedungwuni

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya