alexametrics

Tingkatkan Hasil Belajar IPA dengan Gerakan Literasi Sains

Oleh: Titien Supriyati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IPA adalah mata pelajaran yang mempelajari seluruh benda yang ada di alam dengan segala interaksinya. Ketika seseorang mempelajari IPA banyak hal yang akan dipelajari , mulai dari benda mikroskopis sampai makroskopis. Di SMP pelajaran IPA merupakan pelajaran wajib yang harus dipelajari oleh peserta didik.

Selama masa pandemi, belajar IPA memiliki banyak kendala dibanding sebelum masa pandemic Covid-19. Peserta didik lebih banyak tinggal dirumah, pembelajaran dilaksanakan secara daring, luring dan hanya sebagian kecil yang melaksanakan tatap muka. Salah satu cara mengatasi kendala tersebut yaitu dengan menggalakkan Gerakan literasi sains.

Literasi sains merupakan pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD,2016). Literasi sains akan dapat membentuk pola pikir, perilaku, dan membangun karakter manusia untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan masyarakat, serta alam semesta.

Baca juga:  Mudah Belajar Kosakata Bahasa Inggris melalui Classroom Q

Pembelajaran IPA dengan mencanangkan Gerakan literasi sains dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran yang interktif, inovatif dan kreatif, sehingga peserta didik dapat diajak untuk berfikir logis, kritis , dan kratif. Literasi sains selain dilakukan dengan memperbanyak bacaan sains peserta didik juga diajak melakukan pengamatan sederhana di lingkungan sekitarnya.

Langkah awal pembelajaran dengan Gerakan literasi sains yaitu memastikan peserta didik siap melaksanakan pembelajaran baik secara daring ataupun tatap muka, langkah kedua peserta didik diajak untuk menyadari akan pentingnya sains, langkah ketiga guru berusaha agar peserta didik memiliki sifat kritis terhadap segala hal ditandai dengan munculnya pertanyaan dan rasa ingin tahu terhadap apa yang dilihatnya, langkah keempat peserta didik diajak untuk mencari atau menentukan jawaban pertanyaan yang berasal dari rasa ingin tahunya dengan berbagai cara diantaranya dengan melakukan eksperimen atau percobaan, langkah kelima peserta didik diharap memahami konsep ilmiah dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi seperti buku-buku sains, layanan internet, video pembelajaran sains dan memanfaatkan alam yang ada disekitarnya, langkah keenam peserta didik dibimbing agar dapat menjelaskan dan memprediksi fenomena, langkah ketujuh peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah ilmiah dan teknologi informasi, langkah kedelapan peserta didik mengevaluasi informasi ilmiah atas dasar sumber dan metode yang digunakan, langkah kesembilan peserta didik menarik kesimpulan dan argument berdasarkan bukti.

Baca juga:  Meningkatkan Prestasi Belajar IPA dengan Model Eksperiential Learning

Peranan guru dan dukungan dari orang tua sangatlah penting. Guru harus kreatif dan inivatif merancang pembelajaran, guru membimbing dengan sabar dan memotivasi peserta didiknya. Orang tua harus bisa memantau dan mendampingi anak dalam belajar selama masa pandemi ini.

SMP Negeri 2 Tengaran sangat mendukung Gerakan literasi sains. Dukungan Gerakan literasi sains di SMP Negeri 2 Tengaran yaitu dengan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung. Koleksi buku sains diperpustakaan sekolah selalu bertambah, pembuatan perpustakaan digital sekolah, pembuatan ruang literasi sains yang berisi media pembelajaran sains, lingkungan sekitar sekolah yang dapat digunakan sebagai laboratorium alam, laboratorium sekolah yang lengap.

Belajar IPA dengan Gerakan literasi sains diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar IPA dimasa pandemic Covid-19 ini dan juga peserta didik memiliki pola pikir, perilaku, dan membangun karakter manusia untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan masyarakat, serta alam semesta. (ti1/zal)

Baca juga:  Pembelajaran Puisi dengan Teknik MDM

Guru IPA SMPN 2 Tengaran, Kabupaten Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya