alexametrics

PAI dan BP Mempengaruhi Kesadaran siswa mengonsumsi Makanan dan Minuman Halal

Oleh : Mohamad Tohir, S.Pd.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Halal dan haram merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan bagi setiap muslim, karena hal tersebut hampir meliputi sebagian besar ajaran Islam. Kehalalan merupakan sesuatu yang sangat penting. Aspek halal mestinya menjadi perhatian bagi seorang muslim dalam segala kondisi, salah satunya sebelum mengonsumsi produk makanan atau minuman.

Menurut penjelasan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, Pasal 1 ayat 2 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) menyatakan bahwa Produk Halal adalah produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, sudah seharusnya berusaha untuk menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah makanan dan minuman yang sudah jelas kehalalannya (Sofa:2013).

Belakangan ini di SMP Negeri 1 Talun juga muncul fenomena di kalangan siswa seperti “challenge makan” yang mirip seperti dilakukan di beberapa media sosial seperti youtube marak dilakukan. Kegiatan tersebut kurang lebih berisi tentang kegiatan mengonsumsi produk makanan yang umumnya dilakukan oleh para remaja, dengan mengonsumsi beberapa produk makanan hits atau kekinian, yang tidak semua produk makanan yang dikonsumsi tersebut mengandung label halal.

Baca juga:  Peran Guru BK dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Pada kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi pembelajaran tentang “Kriteria Makanan dan Minuman Halal dalam Islam”, terdapat pada kelas VIII semester genap. Faktanya, proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah masih belum sepenuhnya mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan scientific.

Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Negeri 1 Talun memaksimalkan pembelajaran agar siswa dapat menerapkan memakan makanan yang halal lagi baik. Setelah hal tersebut dilakukan kesadaran siswa dalam mengonsumsi produk makanan dan minuman halal yang dilakukan siswa SMP ini diperoleh beberapa kesimpulan.

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilakukan di SMP Negeri 1 Talun sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Hal ini terlihat dari langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran sudah cukup baik. Seperti menyampaikan tujuan pembelajaran, menyajikan contoh makanan dan minuman halal, melatih siswa belajar aktif, menjelaskan kriteria makanan dan minuman halal, menggunakan metode pembelajaran yang variatif serta memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu mengonsumsi produk makanan dan minuman halal dan tidak boleh menghambur-hamburkan makanan. Namun pengaruh yang dihasilkan dari pembelajaran PAI dan Budi pekerti terhadap kesadaran siswa dalam mengonsumsi produk makanan dan minuman halal tergolong pada pengaruh yang kecil/sedikit.

Baca juga:  Belajar Ecoprint dengan Memanfaatkan Potensi Alam Sekitar

Kesadaran mengonsumsi produk makanan dan minuman siswa SMP Negeri 1 Talun jika dilihat dari hasilnya cukup baik. Hal ini terlihat dari tidak ada siswa yang mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung khamer, tidak mengonsumsi makanan yang kadaluarsa, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan bagi tubuh siswa. Namun ada beberapa sikap yang masih perlu ditingkatkan lagi dalam kegiatan mengonsumsi produk makanan dan minuman halal, seperti memeriksa label halal pada produk makanan dan minuman sebelum mengonsumsinya, memeriksa komposisi produk makanan dan minuman jika tidak terdapat label halal pada kemasan produk tersebut, serta tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang diragukan kehalalannya. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap kesadaran siswa dalam mengonsumsi produk makanan dan minuman yang halal. (bp1/ton)

Baca juga:  Pembelajaran Praktikum IPA di Masa Pandemi

Guru PAI dan Budi Pekerti SMP Negeri 1 Talun

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya