alexametrics

Asyiknya Belajar Tokoh dan Penemuan dengan Number Heads Together

Oleh : Sumarsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BAGAIMANA menciptakan kelas menyenangkan dalam pembelajaran menjadi pertanyaan guru dalam merencanakan pembelajaran. Pembelajaran yang menyenangkan tidak mudah karena dipengaruhi oleh beberapa factor diantarannya media pembelajaran, metode, pendekatan, sarana prasana sekolah. Sering dijumpai siswa tidak bersemangat dalam pembelajaran, mengantuk dan berlari –lari dikelas tidak focus dari apa yang disampaikan oleh gurunya. Menjadi perhatian penulis juga menemukan di Kelas VI SD Negeri 1 Mejasem beberapa siswa tampak tidak bersemangat dan bosan. Dari kenyataan tersebut, penulis menerapkan metode number heads together untuk menciptakan kelas menyenangkan pada materi Tokoh dan Penemuan.

Number Head Together adalah suatu Model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas (Rahayu, 2006). NHT pertama kali dikenalkan oleh Spencer Kagan dkk (1993). Model NHT adalah bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural, yang menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur Kagan menghendaki agar para siswa bekerja saling bergantung pada kelompok-kelompok kecil secara kooperatif. Struktur tersebut dikembangkan sebagai bahan alternatif dari sruktur kelas tradisional seperti mangacungkan tangan terlebih dahulu untuk kemudian ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaan yang telah dilontarkan. Suasana seperti ini menimbulkan kegaduhan dalam kelas, karena para siswa saling berebut dalam mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan peneliti (Tryana, 2008).

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi Belajar dan Percaya Diri Anak dengan Snowball Throwing

Materi pembelajaran tokoh dan penemuan memiliki kompetensi pengetahuan memahami tokoh dan penemuan dan kompetensi ketrampilan menceritakan nama tokoh dan hasil penemuan. Dengan indikator, siswa mampu memahmi nama tokoh dan hasil penemuan, siswa mampu menceritakan nama tokoh dan penemuan, siswa mampu menceritakan secara sederhana perjalanan salahsatu tokoh penemu. Dengan menceritakan, diharapkan bisa menginspirasi bagi siswa.

Bagaimana melakukan penerapan Model NHT pada materi tokoh dan penemuan pada kelas VI(enam) jenjang sekolah dasar berikut langka-langkahnya pertama, pertama, Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru membentuk siswa menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok memiliki personil 3-5 siswa. Setelah terbentuk kelompok maka selanjutnya Guru memberi nomor kepada masing-masing siswa dalam setiap kelompok dan serta memberikan nama kelompok yang berlainan.

Baca juga:  Kepemimpinan Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Sekolah

Kedua, Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya berkaitan dengan nama tokoh dan hasil penemuan. Ketiga ,Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya atau mengetahui jawabannya. Pada langkah ketiga dalam model NHT ini masing-masing siswa dalam setiap kelompok berfikir bersama dalam usaha menemukan jawaban yang tepat atas tugas yang diberikan guru, serta berusaha meyakinkan bahwa masing-masing anggota kelompok mengetahui jawaban (jika jawabannya sudah berhasil ditemukan kelomok tersebut) dari pertanyaan yang diberi guru.

Keempat, Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Dalam langkah keempat ini, guru menyebut satu nomor dan bagi siswa yang nomornya disebut dari setiap kelompok mengangkat tangan dan melaporkan hasil kerja masing-masing kelompoknya kepada seluruh siswa dikelas. Kelima, Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Siswa yang nomornya tidak disebut guru berusaha memberi tanggapan atas jawaban dari siswa yang menyampaikan hasil kerja kelompoknya, jika sudah selesai guru dapat menunjuk nomor berikutnya. Terakhir, Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan jawaban akhir yang benar dari setiap pertanyaan yang terkait dengan materi yang telah dibahas.

Baca juga:  Media Kliping Menarik Siswa Belajar IPA

Penulis mengamati seteleh penerapan pembelajaran dengan metode number heads together dilaksanakan ditemukan manfaatnya antara lain Rasa harga diri menjadi lebih tinggi, Memperbaiki kehadiran, Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar , Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil , Konflik antara pribadi berkurang, Pemahaman yang lebih mendalam ,Meningkatkan kebaikan budi, dan kepekaan dan toleransi hasil belajar lebih tinggi. (ti1/zal)

Guru SDN 01 Mejasem

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya