alexametrics

PJJ Matematika di Era Pandemi Covid-19

Oleh : Sulis Handayani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Seperti kita ketahui pandemi Covid-19 melanda seluruh negara. Seluruh kegiatan manusia terganggu, tanpa kecuali pendidikan. Sejak merebaknya pandemi yang disebabkan oleh virus korona di Indonesia, banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebarannya.

Pembelajaran dilaksanakan dengan skenario yang mampu meminimalisasi kontak fisik antara siswa dengan siswa lain ataupun antara guru dengan siswa. Salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang dapat dilaksanakan selama masa darurat Covid-19 adalah secara online. Menurut Moore, Dickson-Deane, & Galyen (2011) pembelajaran online merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas.

Menurut wikipedia pendidikan jarak jauh (distance education) adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet. Kemajuan yang terjadi dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia pendidikan. Peluang baru yang muncul termasuk akses yang lebih luas terhadap konten multimedia yang lebih kaya, dan berkembangnya metode pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.

Baca juga:  Belajar SBK melalui Media Kulit Buah

Di sisi lain kemajuan teknologi dengan beragam inovasi digital yang terus berkembang juga menghadirkan tantangan baru bagi penyelenggara pendidikan untuk terus menyesuaikan infrastruktur pendidikan dengan teknologi baru tersebut.

Keunggulan pembelajaran jarak jauh peserta didik dapat belajar tanpa dibatasi waktu, tempat dan jarak. Hal ini memberikan peluang bagi mereka yang sudah bekerja namun masih ingin meningkatkan dan mengembangkan kemampuannya. Peserta didik menjadi lebih aktif dan lebih mandiri dalam proses belajar mengajar.

Dalam era digital ini, interaksi antara peserta didik dan pengajar dapat dilakukan sesuai dengan ketersediaan waktu mereka. Penyelesaian materi disesuaikan dengan kemampuan dan waktu peserta didik. Jika peserta didik memiliki semangat dan kemampuan menyelesaikan modul lebih cepat, maka ia bisa menyelesaikan pembelajarannya lebih cepat.

Baca juga:  Belajar Informatika Menyenangkan secara Kolaborasi dengan Google Drawing

Pembelajaran dalam jaringan (PJJ) pada pelaksanaannya membutuhkan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti telepon pintar, tablet dan laptop yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dimana saja dan kapan saja (Gikas & Grant, 2013). Penggunaan teknologi mobile memiliki kontribusi besar di dunia pendidikan, termasuk di dalamnya adalah pencapaian tujuan pembelajaran jarak jauh (Korucu & Alkan, 2011). Berbagai media juga dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran secara online. Misalnya kelas-kelas virtual menggunakan layanan Google Classroom, Edmodo, dan Schoology (Enriquez, 2014: Sicat,2015: Iftakhar, 2016), dan applikasi pesan instan seperti WhatsApp (So, 2016). Pembelajaran secara online bahkan dapat dilakukan melalui media social seperti Facebook, Instagram, dan YouTube (Kumar & Nanda, 2018).

Baca juga:  Memahami Hukum Archimedes dengan Menggunakan Media Air Gatel

Pada era pandemi ini di SMPN 2 Bukateja proses pembelajarannya ikut pembelajaran daring, walaupun banyak sekali kendala yang dihadapi, terutama kendala jaringan, gatget dll. Sebelum pembelajaran daring dilangsungkan, ada sosialisasi antara oang tua siswa dan pihak sekolah, yang berisikan tentang bahaya virus Covid-19 jika pembelajaran tatap muka dilangsungkan serta model pembelajaran yang akan dilakukan. Semua guru mapel mencari model dan cara yang terbaik yang memungkinkan agar materi tersampaikan dengan maksimal, begitupun dengan matematika. Pembelajaran jarak jauh menggunakan fasilitas Google Classroom, Google Form, YouTube, serta WhatsApps Group. Guru memberikan video pembelajaran pada YouTube, sedangkan untuk ulangan harian menggunakan Google Form. Walaupun banyak kendala, tetapi cukup efektif bagi pembelajaran jarak jauh di sekolah penulis. (btj2.1/lis)

Guru SMPN 2 Bukateja

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya