alexametrics

Model Video Pembelajaran Solusi Masa Pandemi Covid 19

Oleh: Retnawati, S.Pd. SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi menghambat berbagai aktivitas masyarakat, terutama di dunia pendidikan. Guru mengalami sejumlah kendala dalam kegiatan pembelajaran, misalnya penugasan maupun penilaian. Orang tua peserta didik pun mendapatkan tantangan tersendiri di masa ini. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan sebagai penunjang pembelajaran anak.

Pemerintah memberikan bantuan kuota paket belajar, namun sebatas aplikasi tertentu. Saat peserta didik ingin mengunduh video pembelajaran yang tidak dalam aplikasi kuota belajar, mereka harus menyediakan kuota sendiri. Hal serupa terjadi di SD Negeri 1 Pegulon Kecamatan Kendal. Berbagai cerita menghiasi kegiatan pendampingan belajar – mengajar orang tua terhadap peserta didik di rumah. Tidak sedikit kendala yang dialami orang tua dalam membantu proses pembelajaran dari rumah, terutama kedua orang tua yang memiliki pekerjaan di luar rumah. Mayoritas orang tua peserta didik SD Negeri 1 Pegulon bekerja sebagai pegawai, pedagang, dan karyawan. Guru Kelas 1 SD Negeri 1 Pegulon tentunya menyediakan berbagai alternatif pemecahan masalah dalam menghadapi kondisi belajar di masa pandemic. Salah satunya menggunakan video pembelajaran KD 1.3 tentang etika anak berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah. Adanya media pembelajaran diharapkan mampu menunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Baca juga:  Dinamika Pembelajaran PPKn SMPN 2 Singorojo di Masa Pandemi

Menurut Azhar Arsyad (2011:4), media pembelajaran adalah perantara yang membawa pesan atau informasi bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran antara sumber dan penerima. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Media pembelajaran sebagai suatu alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Azhar Arsyad (2011 : 49) menyatakan bahwa video merupakan gambar-gambar dalam frame,dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup.

Guru Kelas 1 SD Negeri 1 Pegulon menyampaikan pembelajaran melalui media video pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru menyiapkan materi pembelajaran melalui video pembelajaran tentang etika berpamitan kepada orang tua di rumah sebelum berangkat ke sekolah; 2) Guru menyampaikan video pembelajaran melalui group WhatsApp orang tua peserta didik kelas 1; 3) Guru memberikan informasi melalui pesan suara (voice note) agar peserta didik melihat tayangan video pembelajaran KD 1.3 yang dikirim; 4) Guru memberikan tugas melalui pesan suara (voice note) sehingga peserta didik lebih memahami materi; 5) Peserta didik mengumpulkan tugas yang dikirim melalui group dalam bentuk pesan suara atau tertulis dan dikumpulkan melalui group WhatsApp; 6) Guru menilai hasil kerja peserta didik dan hasil evaluasi (nilai) difoto kemudian dikirim ke group sebagai kendali siapa saja yang belum mengumpulkan tugas.

Baca juga:  Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar Lompat melalui Permainan Lompat Kelinci dengan Media Kardus

Adanya media video pembelajaran yang telah digunakan, peserta didik mampu menjawab tugas yang diberikan guru dengan baik. Guru mengijinkan orang tua ataupun keluarga di rumah untuk melakukan pendampingan peserta didik ketika mengerjakan tugas. Lebih dari 50% peserta didik memperoleh nilai di atas KKM setelah dilakukan kegiatan evaluasi. Media video pembelajaran terbukti lebih efektif dan efisien menunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh. Guru kelas 1 menemukan salah satu cara mengatasi kendala belajar peserta diidk di masa pandemi. (ti1/ton)

Guru SDN 1 Pegulon Kecamatan Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya