alexametrics

Merindukan Sosok Guru TK yang Energik dan Andal

Oleh : Anugerah Wijiyaningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kunci pembangunan nasional agar bisa berjalan berkesinambungan dan memiliki daya saing, ada pada pengelolaan pendidikan. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran, guru harus memperhatikan bahwa siswa tidak sekadar menyerap suatu informasi, namun juga mampu memproses informasi yang diperoleh atas pemahaman tersebut. Selanjutnya siswa diajarkan untuk dapat mengaitkan ide-ide dengan pengalaman sehari-hari mereka.

Berbicara soal sosok guru TK yang energik dan andal, tidak akan terlepas dari pendidikan karakter. Guru energik adalah guru yang antusias, mampu membangkitkan motivasi siswa TK. Memulai pembelajaran dengan kegembiraan, melanjutkan secara menyenangkan dan mengakhiri dengan penuh kesan.

Sedangkan guru andal adalah tercermin dari kemajuan dalam karir lalu disukai murid-murid karena kekayaan ide, dengan kemampuan menciptakan generasi yang lebih baik dan berprestasi.
Guru harus mampu membuat terobosan baru agar bisa menyampaikan pelajaran secara tidak membosankan. Beberapa terobosan bisa kita lakukan untuk menjadi guru energik dan andal, sebagai pengalaman penulis menjadi guru TK Handayani 15 Cikadu-Watukumpul Pemalang antara lain : pertama, memulai pembelajaran dengan rasa percaya diri. Guru energik semestinya mampu menghadirkan suasana yang hidup bagi para siswa, itu aura positif guru yang tercermin dari performafisik, perilaku tutur kata dan kehangatan merespon dinamika kelas.

Baca juga:  Model Video Pembelajaran Solusi Masa Pandemi Covid 19

Kedua, pandai membangun komunitas aktif. Guru harus pandai menyapa siswa saat memasuki kelas untuk mengawali pembelajaran. Terkadang ada guru hanya mengucap salam, kemudian mengabsen siswa dan memulai pembelajaran saat siswa belum siap menerima kehadiran guru. Kondisi itu akan menimbulkan kesan terpaksa akhirnya siswa mencari-cari kesepakatan kembali bemain atau mengobrol. Jika itu terjadi guru terpaksa berakting galak atau memasang muka seram agar siswa diam, pembelajaran pun tidak menyenangkan.

Ketiga, mengisi proses pembelajaran secara kreatif, menciptakan kegiatan yang berbeda dari kebiasaan, memberikan nuansa yang menarik. Kreativitas itu jika guru mampu memanfaatkan segala media. Dengan teknik pembelajaran yang mengajak partisipasi siswa secara menyeluruh, memberikan contoh kegiatan yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan mempraktikan kegiatan yang berakar pada potensi siswa.
Keempat, menguatkan nilai pembelajaran itu satu rangkaian tak terpisah dari kegiatan sebelumnya. Pengulangan yang efektif dengan berbagai teknik akan menguatkan pemahaman siswa. Penguatan dapat dilakukan dengan tanya jawab dan teknik hasil impromisasi sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan harapan siswa pribadi yang berkesesuaian antara tujuan pembelajaran dan sikap diri.
Kelima, mengakhiri pembelajaran secara mengesankan dan menyenangkan. Sehebat apapun guru menceritakan kelas pada awal pembelajaran dan menciptakan proses menarik dalam inti pembelajaran jika akhir pembelajaran tak berkesan, semua tidak maksimal siswa pun kembali ke sikap sadar sebelumnya. Akhir pembelajaran yang terkesan merupakan pertimbangan yang memberikan makna tentang manfaat pembelajaran, jadi siswa mampu merefleksikan pembelajaran dengan realita kehidupan.

Baca juga:  Pendidikan Karakter Anak Usia Dini untuk Membangun Peradaban Bangsa

Disamping itu, dalam konteks pendidikan anak, setidaknya ada 6 hal yang wajib menjadi perhatian dalam proses belajar-mengajar. Yaitu prior knowledge, pemprosesan, pengaitan, metakognisi, penerjemahan dan sintesis. (btj.2.2/lis)

Guru TK Handayani 15 Cikadu, Watukumpul, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya