alexametrics

Belajar IPS Pelaku Ekonomi melalui Teka-Teki Silang Mengasyikkan

Oleh : Bambang Sigid Pramono, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagian guru IPS mengeluh termasuk penulis sendiri bahwa para peserta didik dalam pembelajaran IPS kurang bergairah. Mata pelajaran IPS dianggap membosankan, menjenuhkan dan dianggap pula sebagai mata pelajaran yang cenderung hapalan karena materi IPS cenderung pemahaman konsep sehingga dalam pembelajaran IPS yang terjadi di kelas. Guru diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih bersemangat mempelajari, memahami dan mencintai IPS. Berdasarkan pengalaman dan data penulis selama pembelajaran ternyata motivasi belajar IPS masih cenderung rendah dan kurang antusias.

Untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS bagi peserta didik perlu adanya inovasi guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan, menantang dan menumbuhkan rasa penasaran dan keingintahuan yang berfungsi untuk memberi kontribusi dalam peningkatan hasil belajar IPS peserta didik. Penggunaan media pendukung pembelajaran yang menyenangkan, menantang, menumbuhkan rasa penasaran dan mengasyikkan berfungsi untuk menarik minat dan melatih kemammpuan peserta didik memahami konsep IPS adalah Media Pembelajaran Teka-Teki Silang.

Media Pembelajaran Teka-Teki Silang menurut Haryono (2013) adalah suatu media yang sangat tepat untuk mengajarkan materi yang konsepnya untuk mengajarkan keterampilan menulis, menghafal kosakata dan media yang menyenangkan karena sifatnya berupa media permainan. Penggunaan media pembelajaran Teka-Teki Silang akan membangkitkan saraf-saraf otak yang memberi efek menyegarkan ingatan sehingga fungsi kerja otak kembali optimal karena otak dibiasakan untuk belajar dengan santai. Proses pembelajaran dalam keadaan santai maka materi yang diajarkan pengajar akan lebih masuk dan mengena dalam otak sehingga pembelajaran lebih efektif.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Pengusaan Grammar dengan Media Board Race

Hal ini juga terjadi dan dialami peserta didik kelas 8G SMP N 14 Surakarta ketika pembelajaran IPS materi pelaku ekonomi. Berdasarkan pembelajaran yang dilakukan di kelas 8G SMP N 14 Surakarta dengan menggunakan media teka-teki silang pada materi pelaku ekonomi peserta didik sangat antusias, senang, termotivasi, tertantang dan meningkat rasa kerjasama sesama teman terbukti pada saat membuat teka-teki silang dan mengerjakan teka-teki silang dari hasil karya kelompok lain terlihat lebih aktif. Hasil pengamatan penulis saat pembelajaran peserta didik dalam kelompok terlihat sibuk membuka dan mencari jawaban di buku IPS, rasa penasaran muncul, antusias, saling tukar pikiran, bekerjasama dan kreativitas serta saling menghargai jawaban teman yang sesuai dalam isian kotak teka-teki silang.

Baca juga:  Asyiknya Belajar IPS Menggunakan Media Peta

Pada tahap awal peserta didik diberi contoh lembar teka-teki silang agar paham dan mengerti. Langkah pertama penggunaan media pembelajaran teka-teki silang diawali dengan peserta didik menerima penjelasan tehnik dan ketentuan dalam pembuatan teka-teki silang dari guru. Langkah kedua pembagian peserta didik menjadi lima kelompok dan pembagian materi yang harus dibuat dalam bentuk teka-teki silang. Setiap kelompok berkreativitas merancang membuat teka-teki silang sesuai materi yang diterima dari guru. Sebagian membuat pertanyaan mendatar dan menurun, sebagian mencari jawaban dan sebagian lagi membuat kotak mendatar dan menurun sesuai jumlah huruf jawaban. Langkah ketiga hasil karya teka-teki silang setiap kelompok yang sudah jadi ditukar untuk dikerjakan kelompok lain. Setiap kelompok berdiskusi mengerjakan teka-teki silang yang diterima dari kelompok lain. Langkah selanjutnya setelah selesai mengerjakan setiap kelompok maju ke depan secara bergiliran untuk mempresentasikan jawaban teka-teki silang yang telah diisi. Kelompok lain yang teka-teki silangnya dikerjakan mencocokkan jawabannya. Setelah presentasi selesai setiap kelompok akan menerima koreksi jawaban dari kelompok lain dan pembetulan jawaban yang salah. Guru berperan sebagai fasilitator dan memberi nilai hasil teka-teki silang yang dijawab.

Baca juga:  Bangkitkan Semangat Belajar Siswa dengan Role Playing

Hasil pengisian dan pembuatan teka-teki silang secara kelompok ternyata sangat memuaskan karena hampir 85 persen jawaban benar bahkan ada yang seratus persen benar membuktikan bahwa peserta didik merasa senang, dan bersemangat untuk menyelesaikan tugas dari guru. Begitu pula kreativitas dan kemampuan untuk menjawab serta memahami soal yang selama ini dimiliki peserta didik memiliki tempat untuk penyaluran dan merasa senang serta puas akan hasil karya teka-teki silang buatan kelompoknya. Mereka lebih senang, dinamis dalam berdiskusi serta lebih mudah memahami materi yang dipelajari saat pembuatan dan menjawab dengan media teka-teki silang. Terbukti peserta didik dapat mengerjakan soal yang diberikan guru pada akhir pembelajaran dengan hati yang senang dan hasil sangat memuaskan. (ips2.2/ton)

Guru IPS SMP N 14 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya