alexametrics

Serunya Belajar Kebersihan Lingkungan dengan Snowball Throwing

Oleh : Mulyono,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, APAKAH mengajar sudah membuat siswa merasa senang dan termotivasi adalah menjadi pertanyaan refleksi guru untuk mengajar lebih baik. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan menjadi rencana pembelajaran yang terbaik. Melalui pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa termotivasi dalam mempelajari pengetahuan dan meningkatkan pemahaman. Dalam kenyataannya hal itu sering menjadi sulit untuk diwujudkan. Sering ditemui siswa tampak bosan dan mudah mengantuk dalam kelas pembelajaran. Memang banyak factor penentu kelas menyenangkan salahsatunya metode yang tepat. Penulis juga mengamati siswa kelas II(dua) di SD Negeri 01 Bulaksari dalam pembelajaran sering tidak bersemangat. Hal ini menjadikan penulis untuk melakukan pembelajaran dengan menerapkan metode Snowball Throwing.

Istilah Snowball Throwing berasal dari bahasa Inggris, yaitu Snowball yang berarti bola salju, sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara keseluruhan diartikan melempar bola salju. Dalam pembelajaran Snowball Throwing, bola salju merupakan kertas yang berisi pertanyaan yang dibuat oleh siswa kemudian dilempar kepada temannya sendiri untuk dijawab. Menurut Asrori (2010), tujuan model pembelajaran Snowball Throwing yaitu melatih murid untuk mendengarkan pendapat orang lain, melatih kreatifitas dan imajinasi murid dalam membuat pertanyaan, serta memacu murid untuk bekerjasama, saling membantu, serta aktif dalam pembelajaran.

Baca juga:  Materi Penjumlahan Lebih Mudah dengan Abakus

Materi pembelajaran kebersihan lingkungan pada kelas II (dua) pada jenjang sekolah dasar memiliki kompetensi pengetahuan Memahami cara menjaga kebersihan lingkungan (tempat tidur, rumah, kelas, lingkungan sekolah, dan lain-lain) dan kompetensi ketrampilan Menceritakan cara menjaga kebersihan lingkungan (tempat tidur, rumah, kelas, lingkungan sekolah). Sebagai indikator pencapaiannya, siswa mampu memahami cara menjaga kebersihan dan mampu menceritakan cara menjaga kebersihan lingkungan.

Langkah-langkah model pembelajaran Snowball Throwing pada materi kebersihan lingkungan di kelas II(dua) di SD Negeri 1 Bulaksari sebagai berikut pertama, Guru menyampaikan tentang materi yang akan disajikan dalam pembelajaran yang dilakukan . kedua, kemudian, guru membentuk kelompok-kelompok, setelah kelompok terbentuk, guru memanggil ketua dari masing-masing kelompok untuk diberikan beberapa penjelasan tentang materi yang akan diajarkan. Ketiga,Setelah memperoleh pengarahan dari guru, masing-masing ketua kelompok kembali kedalam kelompoknya. Ketua kelompok selanjutnya menjelaskan tentang materi yang telah diperoleh dan dijelaskan dari guru pada teman-teman dalam kelompoknya. Keempat , Selanjutnya siswa yang berada dalam kelompok, masing-masing diberikan satu lembar kertas. Kertas tersebut digunakan untuk menuliskan tentang satu pertanyaan. Pertanyaan yang dituliskan berhubungan dengan materi yang telah dijelaskan oleh masing-masing ketua kelompok. Kelima, Kertas yang dituliskan pertanyaan oleh masing-masing siswa tersebut, selanjutnya dibuat seperti bola, kertas tersebut dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain. Keenam, Siswa yang memperoleh lemparan bola selanjutnya diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis didalam kertas tersebut. Terakhir, guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Lompat Jauh dengan Teknik Pakardi

Melalui penerapan metode Snowball Throwing pada pembelajaran kebersihan lingkungan, penulis menemukan manfaatnya antara lain suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada siswa lain, siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir karena diberi kesempatan untuk membuat soal dan diberikan kepada siswa lain, siswa terlihat aktif dalam pembelajaran, Pendidik tidak terlalu repot membuat media karena siswa terjun langsung dalam praktik, Siswa lebih memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang dipelajari. Hal ini disebabkan karena siswa mendapat penjelasan dari teman sebaya yang secara khusus disiapkan oleh guru serta mengerahkan penglihatan, pendengaran, menulis, dan berbicara mengenai materi yang didiskusikan dengan kelompok. (ti1/zal)

Baca juga:  Mupel IPS dengan PBL Efektif Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

Guru PJOK SDN 01 Bulaksari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya