alexametrics

Home Visit Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa selama Pandemi

Oleh: Ita Roshita

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SMP Negeri 2 Wonopringgo menggunakan metode pembelajaran home visit sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Ini sekaligus bisa digunakan untuk membantu siswa menyelesaikan tugas-tugas yang selama ini belum dikerjakan ataupun belum dikirimkan.

Di masa pandemi sekarang, proses pembelajaran daring tetap dilaksanakan, sehingga siswa dituntut untuk memiliki tanggung jawab secara pribadi dalam hal belajar, menyelesaikan tugas-tugas melalui daring, serta semakin mengoptimalkan gadget yang dimiliki sebagai sarana sumber belajar siswa. Dengan pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa.

Di SMP Negeri 2 Wonopringgo, masalah yang muncul adalah soal koneksi internet yang terkadang ketika guru memberikan tugas, baik itu di google classroom maupun google form, siswa kesulitan untuk membukanya. Sehingga akhirnya terkadang siswa tidak mengerjakan. Sebelum diberikan bantuan kuota, siswa sering mengeluh, karena tidak ada paket kuota. Sehingga tidak bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Akan tetapi, setelah diberikan bantuan kuota pun ternyata ada beberapa siswa yang masih saja belum bisa maksimal dalam mengerjakan tugas. Motivasi belajar yang mulai berkurang karena terlalu lama tinggal di rumah dan mengalami rasa bosan selama berada di rumah.

Baca juga:  Kepala Sekolah Harus Memiliki Kompetensi Kewirausahaan

Dengan adanya permasalahan yang muncul di masa pandemi, seorang guru Bimbingan Konseling (BK) dituntut agar bisa membantu mengatasi permasalahan-permasalahan siswa selama pembelajaran daring. Di SMP Negeri 2 Wonopringgo telah menggunakan metode pembelajaran dengan cara home visit atau kunjungan rumah. Home visit adalah salah satu jenis kegiatan pendukung layanan BK yang dilakukan oleh pendidik atau guru BK dalam rangka mengumpulkan dan melengkapi data atau informasi tentang peserta didik dengan cara mengunjungi rumah peserta didik guna membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh mereka (Sudrajat,2011:79).

Dengan pemilihan kunjungan rumah didasarkan karena permasalahan yang muncul yang mungkin berkaitan dengan orang tua, yaitu alasan siswa tidak mengerjakan tugas, karena tidak mempunyai paket kuota. Sedangkan untuk pembelajaran daring memang harus mempunyai paket kuota agar bisa mengerjakan tugas, serta tugas-tugas siswa yang belum maksimal, karena adanya pembelajaran daring. Tentu saja anak lebih sering berada di rumah, sehingga orang tua bisa memantau sejauh mana anak dalam mengikuti pembelajaran daring.

Baca juga:  Urgensi Layanan BK di Sekolah Inklusi

Home visit di masa pandemi ini tentunya berbeda teknis pelaksanaannya. Karena adanya Covid-19, sehingga protokol kesehatan harus dipatuhi dan dijalankan. Berawal dengan mengutamakan hal kesehatan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari demi mencegah berbagai penyakit, termasuk infeksi virus berbahaya Covid-19. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan kegiatan home visit tersebut, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan sementara tidak bersalaman dengan siswa ataupun orang tua.

Dengan adanya kunjungan rumah atau home visit diharapkan siswa bisa segera menyelesaikan tugas-tugas yang selama ini belum dikerjakan ataupun belum dikirimkan. Dan untuk orang tua juga bisa lebih sering mengingatkan tentang tugas anaknya, sudah dikerjakan atau sudah dikirimkan apa belum? Harapan dari sekolah, siswa tidak ada lagi yang tidak mengerjakan tugas. (bp1/aro)

Baca juga:  Belajar Bangun Ruang melalui PKS Mirela

Guru BK SMP Negeri 2 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya